WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Memasuki akhir September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru mulai bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda pada November mendatang.

Kesiapsiagaan ini diberlakukan menyusul rilis resmi dari BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan yang mengindikasikan peningkatan intensitas hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syakrani, menjelaskan salah satu dampak yang kerap terjadi saat musim hujan adalah pohon tumbang, yang dapat mengancam keselamatan warga dan mengganggu fasilitas umum.

"Persiapan sudah kami lakukan, terutama setelah BMKG mengeluarkan prediksi terkait musim hujan. Ini menjadi dasar kami menetapkan status siaga terhadap cuaca ekstrem," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2025).

Zaini menambahkan, masa siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara resmi telah berakhir pada 13 September lalu.

"Kini fokus BPBD bergeser pada mitigasi risiko yang muncul akibat curah hujan tinggi, termasuk banjir dan pohon tumbang," sambungnya.

Terkait penanganan pohon rawan tumbang, BPBD telah menjalin koordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), serta pihak PLN.

"Kami akan cek kondisi di lapangan. Jika ditemukan pohon yang berpotensi membahayakan, maka akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan kompleksitas kasusnya," papar Zaini.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, seperti pohon miring, lampu jalan padam, atau genangan air tinggi.

"Warga bisa langsung menghubungi Call Center 112. Laporan masyarakat sangat membantu kami untuk bergerak cepat," tutup Zaini. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu