WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Di tengah riuh kehidupan Kota Seribu Sungai, berdiri kokoh sebuah bangunan bersejarah yang telah mengiringi perjalanan panjang peradaban Islam di Kalimantan Selatan. Masjid Jami Sungai Jingah, yang kini berusia 247 tahun, tercatat sebagai masjid tertua kedua di Banjarmasin setelah Masjid Sultan Suriansyah di Kuin Utara yang sudah berusia 474 tahun.

Masjid Jami dibangun pada Sabtu, 17 Syawal 1195 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1777 Masehi, pada masa pemerintahan Pangeran Tamjidillah dari Kesultanan Banjar. Lokasinya berada di Kelurahan Antasan Kecil Timur, namun masyarakat lebih akrab menyebutnya dengan nama Masjid Jami Sungai Jingah, sesuai dengan kawasan tempatnya berdiri.

Dari Sungai Martapura ke Sungai Jingah

Potret bangunan bersejarah, Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.(Wartabanjar.com/Ramadan)

Awalnya, masjid bersejarah ini berdiri hanya sekitar 200 meter dari bantaran Sungai Martapura. Namun, abrasi sungai mengancam keberadaannya hingga akhirnya pada tahun 1934 diputuskan untuk dipindahkan. Pemindahan dipimpin oleh Mufti H Ahmad Kusasi, dengan dukungan penuh masyarakat yang bergotong-royong: mengambil pasir urukan dari Pulau Kembang, menyumbang tenaga, hingga mengumpulkan dana bersama untuk membeli bahan bangunan.

Nama “Jami” dipilih sebagai simbol persatuan, bermakna menghimpun masjid dan langgar kecil di kawasan Sungai Jingah.

Filosofi Islam dalam Arsitektur

Potret bangunan bersejarah, Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.(Wartabanjar.com/Ramadan)

Secara arsitektural, Masjid Jami memadukan gaya Banjar klasik dan sentuhan kolonial Belanda. Kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang terkenal kuat, menjadi bahan utama bangunan.

Setiap detail arsitektur menyimpan filosofi Islam:

17 tiang ulin besar di ruang utama melambangkan 17 rakaat salat wajib sehari semalam.

Atap berjenjang lima tingkat menggambarkan salat lima waktu.

Ruang induk seluas 1.600 meter persegi mampu menampung hingga 5.000 jemaah.

Dominasi warna hijau dan cokelat pada eksterior memberi kesan teduh sekaligus klasik, menambah khidmat suasana beribadah.

Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

Potret bangunan bersejarah, Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.(Wartabanjar.com/Ramadan)