WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Sudah bertahun-tahun, kondisi oprit lingkar dalam atau jalan jembatan penghubung Barito Kuala–Tapin (Margasari) dibiarkan rusak tanpa perbaikan berarti. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital warga kini justru menimbulkan keresahan karena membahayakan keselamatan pengendara.

Lubang, gelombang, hingga jalan bergoyang membuat pengemudi was-was saat melintas, apalagi jika harus berselisihan dengan kendaraan lain. Warga pun geram dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata agar akses ini kembali aman digunakan.

Netizen Geram, Sindir Pemerintah

Warganet banjir komentar pedas dan penuh satire terkait kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki:

“Cat silangnya aja yang diganti tiap tahun 😂”

“Hndk mulus baiki sorangan jar Gubernurnya, aq auran msh jar 😂”

“Lawas banar jembatannya kayaitu, tiap lewat takutan kalau basalisihan.”

“Prosesnya panjang, ukur-ukur, rapat-rapat, usul anggaran… 2029 baru ditambal bisa kalo begini mah.”

“Bujur, jalan bergelombang ini ngeri banar. Aku pernah hampir rabah semalam!”

Bahkan ada netizen yang menyindir, seolah pemerintah hanya sibuk rapat tanpa hasil nyata.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera menindaklanjuti keluhan ini. Pasalnya, jalan ini adalah jalur utama warga menuju berbagai daerah dan sangat vital untuk aktivitas ekonomi.

Kondisi jalan jembatan Barito Kuala–Tapin sudah lama dibiarkan rusak. Warga menuntut aksi nyata, bukan janji. Jika tak segera diperbaiki, keselamatan pengguna jalan kian terancam.(Wartabanjar.com/peristiwabanua/berbagai sumber)

editor: nur muhammad