WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kekalahan tunggal putra Indonesia Alwi Farhan pada babak 16 besar China Masters 2025 di Shenzhen, Selasa (16/9), menyita perhatian. Bukan karena hasil akhir, tetapi lantaran strategi yang disiapkan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Alwi kalah dua gim langsung 16-21, 9-21 dari tunggal tuan rumah Li Shi Feng. Pemain berusia 19 tahun itu mengakui sejumlah pola serangan yang telah disusun kerap dipatahkan lawan, membuat fokusnya terpecah pada poin-poin krusial.

“Strategi sebelum turun ke lapangan sudah ada, tapi di momen tertentu justru buyar. Lawan bisa mengembalikan bola yang harusnya mati, dan itu mengganggu permainan saya,” jelas Alwi usai laga.

Meski kecewa, ia menyebut duel kontra Li Shi Feng menjadi pelajaran berharga dalam kariernya. “Pengalamannya terlihat jelas. Ketika saya coba main cepat, dia mampu meredam. Saya tentu tidak puas, tapi ini pengalaman pertama menghadapi tipe lawan seperti ini,” ungkap Alwi.

Ke depan, Alwi diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk memperkuat konsistensi dan mental bertanding. Publik menantikan bagaimana dirinya bangkit pada turnamen selanjutnya di kalender BWF. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar