Puing-puing rumah dan jasad korban masih terkubur di balik tanah dan bebatuan. SLM/A menyerukan bantuan darurat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga kemanusiaan internasional untuk mengevakuasi korban.
Bencana ini kian memperparah kondisi krisis kemanusiaan di Sudan, yang sejak tiga tahun terakhir dilanda perang saudara. Kelaparan, konflik bersenjata, hingga runtuhnya infrastruktur kesehatan membuat rakyat terjebak dalam penderitaan panjang.
Pertempuran memanas di wilayah Darfur, khususnya di El-Fasher, setelah militer mengambil alih ibu kota Khartoum pada Maret 2025. Situasi ini menjadikan Sudan salah satu zona darurat kemanusiaan paling mematikan di dunia.
Kini, tragedi longsor Tarasin menambah daftar luka panjang bangsa Sudan: perang, kelaparan, dan kini kehilangan satu desa beserta seluruh penghuninya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







