WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarbaru saat ini tengah menggenjot pembangunan trotoar di tiga lokasi berbeda. Ketiganya berada di ruas Jalan Panglima Batur, Jalan Lanan Kemuning, dan kawasan sekitar Taman Van Der Pijl di Jalan Pangeran Suriansyah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Bina Marga PUPR Banjarbaru, Adi Maulana, saat dikonfirmasi, Minggu (7/9/2025). Adi mengatakan, pembangunan trotoar di Jalan Panglima Batur sudah memasuki tahap keempat, dengan konsep yang masih konsisten seperti tahap sebelumnya. Baca Juga Viral Foto Sahroni Pingsan Saat Rumah Dijarah, Cek Fakta Dua jenis box culvert digunakan, yakni ukuran 60x80 cm untuk saluran air (drainase), dan ukuran 30x50 cm untuk ducting kabel utilitas. "Sistem ini memungkinkan saluran air dan kabel utilitas tersusun rapi di bawah tanah," jelasnya. Khusus di Jalan Panglima Batur, telah dilakukan penataan kabel di sepanjang 610 meter. Penataan ini dilakukan sesuai arahan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, dan dikerjakan oleh Tim Koordinasi Penyelenggaraan Jaringan Utilitas Terpadu (KPJUT). "Sebagian kabel sudah kami tanam ke bawah meskipun pengerjaan trotoarnya belum sepenuhnya rampung," imbuh Adi. Sementara itu, di kawasan Taman Van Der Pijl yang terletak di sisi Jalan A. Yani, pekerjaan ducting juga sedang berlangsung. Adi menyebut penataan utilitas sepanjang 150 meter dilakukan menyesuaikan dengan permintaan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan. "BPJN ingin penataan kabel di area A. Yani juga dilakukan dengan rapi di bawah trotoar," tambahnya. Terkait progres pembangunan ketiga trotoar tersebut bervariasi. Adi menjabarkan, hingga akhir Agustus 2025, pengerjaan di Jalan Panglima Batur telah mencapai 48,32 persen. "Sedangkan di Jalan Lanan sudah 70,57 persen. Adapun kawasan Van Der Pijl menunjukkan progres 55,24 persen," paparnya. Masing-masing lokasi menggunakan material finishing yang berbeda. Di Panglima Batur, permukaan trotoar dilapisi batu alam andesit seperti pada tahap sebelumnya. Sedangkan trotoar di Jalan Lanan dan Kemuning mengusung konsep beton stamp. Di Taman Van Der Pijl, PUPR memilih beton poros. "Khusus Van Der Pijl, kami pilih beton poros karena teksturnya tidak licin. Itu penting karena lokasi ini sering digunakan anak-anak dan atlet di lapangan basket. Beton kasar ini juga mengurangi risiko genangan air," tutup Adi. (wartabanjar.com/IKhsan)