WARTABANJAR.COM – Kabar mengejutkan datang dari Crazy Rich Indonesia, Ahmad Sahroni. Ia dikabarkan mendapat tawaran eksklusif dari konsultan properti Hamzeh Real Estate untuk hijrah ke Dubai. Lewat sebuah promosi di TikTok, Hamzeh memamerkan sederet keuntungan tinggal di Dubai: Bebas pajak penghasilan Golden Visa 10 tahun Mobil sport lebih murah BACA JUGA:SAKIT HATI! Pacaran 9 Tahun Punya Anak, Wanita Banyumas Gugat Mantan Rp1 Miliar Gara-Gara Tak Dinikahi Keamanan super ketat dengan polisi yang sigap dalam hitungan menit Tak heran jika Dubai disebut sebagai surga miliarder dunia berkat fasilitas premium, stabilitas investasi, hingga gaya hidup mewah yang serba praktis. Meski terkesan glamor, momen ini justru memantik gelombang komentar pedas warganet. Banyak yang menilai tawaran itu ibarat sindiran telak bagi pemerintah Indonesia. Komentar netizen pun banjir dengan nada satir: “Dia lagi nyindir pemerintahan Indonesia 😂” “Silakan ambil, kami sangat ikhlas 😭” “Gasken pak Saroni, tapi bapak nggak bisa korupsi di sana hehe” “Itu bukan sindiran lagi, tapi tamparan buat Indonesia 🤣” Bahkan ada yang nyeletuk agar “sekalian bawa DPR dan pejabat lainnya pindah ke Dubai.” Fakta Hidup di Dubai Tak Semanis Promosi Meski disebut bebas pajak, beberapa netizen membantah klaim itu. Mereka mengingatkan: Visa tahunan di Dubai bisa mencapai Rp24 juta Semua belanja tetap kena VAT 10% (bahkan bisa naik) Transportasi umum terbatas, sehingga harus punya mobil pribadi Tidak ada ojek online penumpang, hanya untuk antar barang Artinya, Dubai memang surga untuk orang superkaya, tapi tidak semudah itu bagi rakyat biasa. Dubai, Sindiran untuk Indonesia? Fenomena ini bukan sekadar tawaran eksklusif. Bagi sebagian publik, kabar Ahmad Syahroni ini jadi refleksi keras soal iklim ekonomi Indonesia. Apakah Dubai benar-benar jadi pelabuhan baru para crazy rich Tanah Air? Atau sekadar promosi properti yang menyenggol sensitivitas publik? Yang jelas, warganet sudah menjadikannya bahan roasting nasional.(Wartabanjar.com/pst0re/berbagai sumber) editor: nur muhammad