Forum Koordinasi (Forkod) LSM Tabalong juga mempertanyakan kunjungan kerja DPRD keluar daerah yang hasilnya tidak terlihat secara signifikan dan terkesan melakukan pemborosan anggaran.
“Sebentar – sebentar kunjungan keluar daerah, tapi hasilnya untuk pembangunan di Tabalong nyaris tak nampak,” ucap pria gondrong yang akrab di sapa Iwan Wong ini.
Diharapkannya kunjungan kerja mestinya sesuai kebutuhan dan hasilnya harus nyata untuk kepentingan pembangunan di Kabupaten Tabalong.
Terpisah, Ketua DPRD Tabalong Riza Fahlipi, S.M.,M.M, menanggapi penyampaian Forkord LSM Tabalong mengatakan pihaknya merespon positif demi kepentingan masyarakat Tabalong secara umum juga demi kemajuan lembaga legislatif itu sendiri.
Terkait pokir, Riza menegaskan bahwa pokir bukan usulan anggota DPRD, melainkan aspirasi masyarakat yang kemudian diserap anggota DPRD melalui kegiatan reses maupun musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
“Tapi jika memang ada oknum yang dianggap menyalahi aturan dalam pelaksanaan pokir, kalau memang data dan fakta meyakinkan atau terbukti, tentu akan segera kami tindak sesuai prosedur dengan menggelar sidang Badan Kehormatan (BK) untuk mengingatkan yang bersangkutan,”tandasnya. (wartabanjar.com/hrd).
Editor Restu







