UPDATE! Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Senator DPD RI Kalsel, Netizen Wanita Ramai-ramai Speak Up
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang anggota DPD RI asal Kalimantan Selatan semakin memanas. Setelah isu ini mencuat di media sosial, muncul gelombang curhatan netizen, khususnya perempuan, yang mengaku pernah mengalami perilaku tidak pantas dari sang senator muda.
Korban Berani Speak Up di Medsos
Beberapa akun juga menandai teman mereka yang disebut sebagai korban, mendorong agar berani speak up. Fenomena ini membuat isu semakin melebar dan jadi perbincangan hangat di jagat maya.
Meski demikian, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak senator maupun lembaga terkait, sehingga kasus ini masih berada di ranah dugaan.
BACA JUGA:Geger Dugaan Pelecehan Seksual dari Anggota DPD RI Kalsel, Minta Video Call Tak Senonoh
Unggahan tersebut viral, dibagikan ulang ratusan kali, dan menjadi topik panas di berbagai platform. Beberapa korban menceritakan pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan dan diduga melibatkan senator tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak senator maupun lembaga terkait mengenai kebenaran isu ini.
Reaksi Netizen
Sejumlah komentar netizen membanjiri unggahan yang viral. Ada yang mengaku pernah mendengar kabar serupa sejak lama, ada pula yang kaget dan merasa kecewa.
“Astaghfirullah, ulun maka am memilih sidin, sampai manyuruh bini ulun jua pilih, soalnya pina barasih… sakalinya kada manjamin jua,” tulis seorang netizen.
“Wkwkw zaman waktu se kampus lawan beliau nih sudah rasa lain jua malihat,” timpal akun lainnya.
“Kaka angkatnya yang mengancam aku pas aku speak up dulu mana yaa?”
“Mulai bahari lanji… sudah lama terdengar.”
Selain itu, tak sedikit netizen yang mention akun resmi lembaga negara seperti @mprgoid dan @dpdri, mendesak adanya sikap tegas.
Menunggu Langkah Resmi
Meski suara publik semakin keras, kasus ini masih berada di ranah dugaan. Pihak berwenang maupun lembaga terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar isu tidak semakin liar dan merugikan banyak pihak.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad