Marak Fenomena Dugaan Provokasi di Tengah Unjuk Rasa di Indonesia, Begini Hukum Mengadu Domba dalam Islam
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Marak adanya sejumlah oknum diduga adalah provokator atau penghasut di tengah aksi-aksi unjuk rasa yang belakangan ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, begini Islam memandangnya.
Dalam Islam, menurut Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari postingan ceramahnya, Rabu (3/9/2025), perbuatan menghasut juga disebut tahrisy dalam Bahasa Arab, yaitu aktifitas memecah belah, mengadu domba dan memancing pertengkaran antara sejumlah pihak yang bisa membuat pecahnya persaudaraan dan persatuan.
Perbuatan demikian adalah termasuk perilaku yang disukai setan, apalagi pihak-pihak yang diadu domba adalah sesama umat Islam.
BACA JUGA: Prabowo ke China, Fitur Live TikTok Mendadak Aktif Lagi Setelah 4 Hari Mati Suri
Provokasi termasuk ke dalam perbuatan ‘adu domba’ atau namimah.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya, yang artinya:
“Namimah ada dua macam: terkadang berupa tahrisy (provokasi) antara orang-orang dan mencerai-beraikan hati kaum mu’minin. Maka, ini hukumnya haram secara sepakat ulama.” (Tafsir Ibnu Katsir: 1/371, Asy-Syamilah).
Rasulullah ﷺ bersabda:
إنَّ شرارَ عبادِ اللهِ من هذه الأُمَّةِ المشَّاؤونَ بالنميمةِ ، المُفرِّقون بين الأحبَّةِ الباغونَ للبُرآءِ العنتَ
“Seburuk-buruk hamba Allah adalah orang yang suka melakukan namimah. Ia memisahkan orang-orang yang saling mencintai, pengkhianat terhadap orang-orang yang baik.” (HR Ahmad dihasankan Al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah: 2849).
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَلَا تُطِع كل حلاف مهين هماز مشاء بنميم
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menebar namimah.” (QS Al-Qalam [68]: 10-11).
"Yuk kita jaga lisan dan tulisan kita, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Jangan sampai kita menjadi penyebab rusaknya persaudaraan dan perpecahan di antara kaum muslimin. Ingatlah, memprovokasi dan mengadu domba adalah perbuatan tercela yang bisa mengundang murka Allah ﷻ," ujar Ustadz Khalid.
(wartabanjar.com/yayu) Editor: YayuView this post on Instagram