Mengutip berbagai sumber, Rabu (3/9/2025), gerhana bulan kali ini adalah yang ketiga terjadi pada 2025.
Kali ini, Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan, beruntung bisa mengalami gerhana bulan total.
Proses Terjadinya Gerhana Bulan
BMKG menyebut, proses terjadinya Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar (di satu garis lurus) dan membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi.
Cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak merah. Saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah.
Warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
 
View this post on Instagram

A post shared by BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan (@iklimkalsel)

  • Gerhana Penumbra mulai (P1): 22.26 WIB
  • Gerhana Sebagian mulai (U1): 23.26 WIB
  • Gerhana Total mulai (U2): 00.30 WIB
  • Puncak Gerhana (Puncak): 01.11 WIB
  • Gerhana Total berakhir (U3): 01.53 WIB
  • Gerhana Sebagian berakhir (U4): 02.56 WIB
  • Gerhana Penumbra berakhir (P4): 03.56 WIB
Berita Sebelumnya DPC Perwira Kabupaten Banjar Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
Berita Selanjutnya Jessica Pegula Siap Tantang Nomor Satu Dunia di Semifinal