WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dalam rangka mempercepat penurunan stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Tabalong menggelar pertemuan koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aston Tanjung City Hotel, Senin (01/09).
Pertemuan koordinasi ini secara resmi dibuka Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani yang diikuti sejumlah camat, ketua dan seluruh anggota TPPS Tabalong hingga dunia usaha.
Kepala DP3AP2KB Tabalong, Ach Rahadian Noor mengatakan, pertemuan ini dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi antar anggota TPPS dalam percepatan penurunan stunting.
Baca Juga
Daftar 8 Penumpang Helikopter BK 117-D3 Dilaporkan Hilang Kontak di Tanah Bumbu
“Jadi tujuannya untuk mengevaluasi capaian program penurunan stunting Tabalong, mengidentifikasi kendala dan hambatan pelaksanaan program di lapangan serta merumuskan rencana tindak lanjut hingga mengoptimalkan peran masing-masing sektor dalam intervensi spesifik dan sensitif,” ujarnya.
Diterangkan Rahardian, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting Tabalong turun menjadi 18,1 persen mengalami penurunan sebesar 1,6 persen dari tahun sebelumnya.
Namun pada tahun 2024 berdasarkan hasil SSGI mengalami kenaikan prevalensi stunting menjadi 23,1 persen sehingga terjadi kenaikan sebesar 5 persen.
Kondisi ini pun menjadi peringatan penting bagi semua pihak khususnya TPPS Tabalong dalam berbagai tingkatan dan diperlukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif, identifikasi kendala di lapangan.







