Sementara itu, Bupati Tabalong mengatakan dalam penanganan penurunan stunting ini perlu adanya Exenplan atau rencana kerja yang akan dilaksanakan.
“Rencana kerja yang akan dilaksanakan perlu kolaborasi, sinergi seluruh tim yang terlibat langsung ataupun yang tidak langsung yang akan disatukan baik dari dunia usaha, SKPD, camat, kepala desa untuk progres percepatan penurunan stunting ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan perkembangan percepatan penurunan stunting ini dengan program-program yang riil seperti menyiapkan bibit tanaman bergizi yang ditanam di pekarangan rumah.
“Ini yang akan kami lakukan nanti sehingga di halaman-halaman rumah masyarakat ada tanaman bergizi untuk membantu gizi anak-anak,” lanjut Bupati.
Selain itu pihaknya juga akan menghidupkan kembali orang tua asuh untuk stunting dengan melibatkan dunia usaha, SKPD, camat maupun Kades untuk memberikan bantuan
“Nanti mereka ini menyerahkan langsung dan disampaikan laporannya. Jadi ini ada ikatan batin antara yang memberi bantuan atau orang tua asuh dengan anak yang diasuh,” ujar sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Terakhir, Bupati juga akan memantau dan memastikan program dan exenplan dalam penanganan stunting berjalan secara maksimal. (wartabanjar.com/hrd).
Editor Restu







