WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Kecelakaan yang terjadi di perbatasan antara Desa Ju’uh dan Desa Nungka, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, ternyata bukanlah yang pertama. Lokasi tersebut memang dikenal rawan karena kondisi jalan yang sempit, tanjakan curam, serta tidak adanya pembatas jalan di tepi sungai. Kepala Desa Ju’uh, Fathurrahman, membenarkan bahwa titik kecelakaan tersebut sudah sering memakan korban. Menurutnya, jalur tersebut berbahaya bagi pengguna jalan yang kurang berhati-hati. BACA JUGA: Hari ini Mahasiswa Kepung Jakarta, Tuntut Kapolri & Kapolda Dicopot Pasca Tragedi Ojol Dilindas Brimob “Di sini sudah sering terjadi kecelakaan. Pernah ada motor yang jatuh ke sungai, ada juga mobil yang hampir terperosok. Tapi hari ini yang paling parah, karena baru kali ini ada truk yang langsung terjun ke sungai,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi jalan di tepi sungai dengan jurang di kiri dan kanan membuat pengendara harus ekstra waspada. Apalagi tanpa adanya pagar pengaman atau pembatas jalan, risiko kecelakaan semakin tinggi. Berbicara soal tidak adanya pembatas jalan, ia menyebut pemerintah desa sebenarnya sudah berupaya menyampaikan usulan kepada pihak berwenang, namun kewenangan pengajuan perbaikan berada di tingkat kecamatan. “Dari pemerintah desa sudah mengusulkan, karena lokasinya berada di perbatasan antar kecamatan, jadi yang mengusulkan itu pihak kecamatan ke kabupaten,” jelasnya. (Wartabanjar.com/Alfi) Editor: Yayu