WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Suasana penuh semangat menyelimuti panen raya padi yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru di Jalan Handil Kyai, Kelurahan Bangkal, Kamis (28/8/2025) pagi. Acara ini melibatkan 27 kelompok tani (Poktan) yang tergabung dalam Gapoktan Maju Makmur. Kepala DKP3 Banjarbaru, Abu Yajid Bustami, mengungkapkan bahwa lahan siap panen kali ini mencapai 25 hektare dari total luas lahan panen 8.070 hektare. “Alhamdulillah, untuk potensi panen di Bangkal bisa mencapai rata-rata 5 ton per hektare. Ini capaian yang membanggakan,” ujarnya. BACA JUGA:BREAKING NEWS! Ribuan Buruh Geruduk DPR Tuntut Upah Layak, Jakarta Macet Total Target Dua Kali Tanam Setahun Yajid menambahkan, pihaknya menargetkan agar petani bisa melakukan dua kali masa tanam dalam setahun atau dikenal dengan IP 200 (Indeks Pertanaman 200). “Dengan sistem ini, Banjarbaru dapat terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan dan swasembada pangan,” tegasnya. DKP3 Banjarbaru juga menargetkan penanaman padi di lahan seluas 250 hektare pada tahun ini, dengan rincian 200 hektare di Kecamatan Cempaka, sementara sisanya tersebar di Sungai Ulin, Liang Anggang, dan Landasan Ulin. Optimisme Hadapi Cuaca Dalam momen panen raya ini, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung produktivitas para petani. Menanggapi isu menurunnya hasil panen belakangan ini, Yajid menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi fenomena kemarau basah. Namun ia tetap optimis situasi akan segera membaik. “Diperkirakan cuaca stabil mulai September, sehingga Oktober petani sudah bisa kembali menanam,” jelasnya. Selain itu, normalisasi jaringan irigasi juga terus dilakukan. Pemerintah pusat telah mengoptimalkan lahan seluas 200 hektare di Kecamatan Cempaka dan 88 hektare di Liang Anggang. “Kami berharap tahun depan wilayah Palam juga bisa masuk dalam program ini,” pungkas Yajid.(‪wartabanjar.com/IKhsan‬) editor: nur muhammad