WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kejuaraan Dunia Panahan Remaja 2025 di Winnipeg, Kanada, 17–24 Agustus, menarik perhatian dunia olahraga tanah air. Bukan hanya karena debut Indonesia, melainkan juga karena ajang ini dianggap pondasi pembinaan atlet jangka panjang. Pemerintah melalui Perpani mengirimkan tiga wakil ke turnamen yang diikuti 60 negara tersebut. Hasilnya cukup membanggakan, sebab Hylmi Nauca Zaidan, Fathiyya Erista Maharani, dan Shafira Nurin Najwa sukses melangkah ke babak 16 besar. Menurut pelatih tim nasional, Denny Decko, kompetisi level remaja ini sangat krusial. “Banyak atlet kelas dunia, termasuk juara Olimpiade 2024 Kim Woo-jin, lahir dari kejuaraan youth. Jadi ajang ini bukan sekadar pengalaman, melainkan titik awal menuju prestasi senior,” ucapnya, Jumat (22/8). Denny menambahkan, kesempatan bersaing dengan negara kuat seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat memberikan gambaran jelas level kemampuan atlet Indonesia. “Jika pembinaan konsisten, hasilnya akan terasa ketika mereka naik ke level elite,” katanya. Langkah berikutnya adalah memastikan dukungan lebih kuat dari pemerintah dan federasi. Kalangan pecinta olahraga berharap pencapaian di Winnipeg bisa menjadi pijakan bagi lahirnya generasi pemanah emas Indonesia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar