Sensor di Gunung Sakurajima bahkan mendeteksi gangguan tekanan atmosfer, menandakan energi besar yang dilepaskan benda langit itu.
4. Asal Muasal & Energi Ledakan
Data dari US Government sensors yang diarsipkan NASA CNEOS memperkirakan energi fireball ini setara dengan 1,6 kiloton TNT.
Ilmuwan menduga meteor berasal dari fragmen asteroid yang kemudian hancur di atas laut selatan Kyushu.
5. Langka & Sulit Diteliti
Fenomena fireball secerah ini sangat jarang terjadi. Sayangnya, sebagian besar meteorit yang terbakar di atmosfer tidak pernah jatuh ke bumi, sehingga peluang untuk menelitinya hilang begitu saja.
Ringkasan Fenomena Fireball di Jepang
Apa itu: Fireball: meteor sangat terang (magnitude ≥ −4)
Waktu & Lokasi: 19 Agustus 2025, pukul 23.08 JST, langit barat Jepang
Visual: Cahaya biru-hijau cepat, langit seketika seperti siang
Getaran & Boom: Sonic boom & gelombang tekanan terdeteksi di Kagoshima
Energi & Asal: ≈1,6 kiloton TNT, dari fragmen asteroid hancur di atas laut Kyushu
Dampak Ilmiah: Studi meteorit gagal dilakukan karena tidak ditemukan sisa benda langit.(Wartabanjar.com/CNA/The Washington Post/Space/The Watchers/)
editor: nur muhammad







