Swiatek Bangkit dan Juara, Gelar Pertama di Cincinnati
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Petenis nomor satu dunia asal Polandia, Iga Swiatek, kembali menunjukkan mental juara saat membalikkan keadaan dari ketertinggalan untuk menaklukkan Jasmine Paolini 7-5, 6-4 dan menyabet gelar juara Cincinnati Open 2025.
Dalam laga final yang digelar Senin waktu setempat (Selasa WIB), Swiatek sempat tertinggal 0-3 di awal set pertama. Namun, seperti biasa, sang juara Grand Slam enam kali itu tampil tenang dan perlahan mengambil alih kendali pertandingan.
“Saya tidak tahu mengapa saya memenangi turnamen-turnamen yang saya pikir kecil kemungkinannya bisa saya menangkan,” ujar Swiatek dengan nada haru saat penyerahan trofi.
Kemenangan ini menambah koleksi gelarnya menjadi 24 gelar WTA sepanjang karier, termasuk 11 gelar WTA 1000, dan merupakan gelar keduanya tahun ini setelah Wimbledon.
Tampil Perkasa, Swiatek Tak Kehilangan Satu Set Pun
Swiatek menunjukkan dominasi sepanjang turnamen. Ia tidak kehilangan satu set pun, bahkan mencatat kemenangan atas nama-nama besar, termasuk Elena Rybakina di semifinal dan Jasmine Paolini di final.
Catatan impresif Swiatek kini menjadi 105-0 ketika ia memenangi set pertama di ajang WTA 1000. Statistik luar biasa ini membuktikan betapa solidnya performa petenis asal Polandia itu saat sudah mendapatkan ritme permainan.
Paolini Tampil Impresif Meski Kalah
Sementara itu, meskipun kalah, penampilan Jasmine Paolini tetap layak diacungi jempol. Ia menembus final setelah menyingkirkan petenis unggulan, termasuk Barbora Krejcikova dan Coco Gauff.
Kekalahan ini menjadi kekalahan kelima Paolini dari Swiatek, namun ia tetap mendapatkan hadiah manis: naik ke peringkat delapan dunia, dan dipastikan menjadi salah satu unggulan di US Open mendatang.
Jelang US Open, Swiatek Naikkan Tekanan untuk Gauff
Gelar ini juga penting dalam persaingan peringkat dunia. Swiatek kini semakin dekat dengan posisi puncak dan akan masuk ke US Open sebagai unggulan kedua, tepat di belakang Coco Gauff.
Kondisi ini membuat Grand Slam terakhir musim ini makin panas, karena persaingan antara Swiatek, Gauff, dan petenis top lainnya diprediksi berlangsung ketat.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar