“QRIS ini kami gunakan agar transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Masyarakat bisa berbelanja tanpa harus repot membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Nama Bapamu Kuat juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pasar murah yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” jelas Asbit.
Kehadiran QRIS di pasar murah juga diharapkan dapat mendorong literasi digital di kalangan masyarakat Balangan, khususnya dalam hal transaksi non-tunai.
Dengan begitu, warga tidak hanya menikmati harga lebih terjangkau, tetapi juga semakin akrab dengan pola transaksi modern.
Pasar murah ini digelar dari desa ke desa secara bergiliran agar menjangkau masyarakat secara luas.
Disperindag Balangan menegaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas momentum sesaat, tetapi menjadi wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.(Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu







