HEBAT! 80 Siswa SMPN 23 HST Napak Tilas di Tugu Hambawang Pulasan, Belajar Sejarah dengan Cara Nyata
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Semangat perjuangan kembali dihidupkan di Hulu Sungai Tengah (HST). Sebanyak 80 siswa SMP Negeri 23 HST mengikuti napak tilas bersejarah ke Tugu Hambawang Pulasan, Kecamatan Batang Alai Utara, Selasa (19/8/2025).
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pendidikan (Disdik) HST bekerja sama dengan Saka Widya Budaya Bakti serta Pawadahan Nanang Galuh HST. Turut hadir Camat Batang Alai Utara, perwakilan Polsek, dan Koramil setempat, menambah khidmat acara.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan Kebudayaan Disdik HST, Abdul Hadi, menegaskan bahwa napak tilas ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan media pembelajaran sejarah langsung di lokasi perjuangan.
BACA JUGA:Bupati Batola Hadiri HUT ke-80 MA, Bahrul Ilmi: Komitmen Wujudkan Keadilan Bermartabat
“Banyak siswa hanya mengenal sejarah dari buku. Melalui napak tilas ini, mereka bisa merasakan langsung jejak perjuangan para pemuda HST di Tugu Hambawang Pulasan, saksi bisu pertempuran melawan penjajah,” ujarnya.
Dengan berjalan kaki menuju monumen, para siswa juga melakukan renungan suci untuk meneladani semangat pantang menyerah para pahlawan.
Sejarah, Budaya, dan Patriotisme Jadi Satu
Kasi Kesenian dan Kebudayaan Disdik HST, Masruswian, menyebut kegiatan tahun ini dikemas lebih spesial. Selain pramuka, pihaknya melibatkan Nanang Galuh HST sebagai duta kebudayaan.
“Tujuannya agar nilai-nilai sejarah dan budaya semakin dekat dengan generasi muda. Kami ingin siswa tidak hanya tahu, tapi juga bangga dengan sejarah perjuangan daerahnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Saka Widya Budaya Bakti yang baru dibentuk Pemkab HST memiliki misi memperkuat cinta generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal melalui praktik nyata, termasuk napak tilas.
Lokasi Berbeda Setiap Tahun
Napak tilas ini sudah dilaksanakan rutin sejak 2023. Tahun sebelumnya digelar di Monumen Pertempuran Hawang (2023), lalu di Makam Pahlawan Desa Lunjuk dan Makam Lima Pejuang (2024). Tahun ini, selain di Tugu Hambawang Pulasan, kegiatan juga dilakukan di Makam 23 Pejuang Kambat Selatan dan Monumen Bachtiar Pertempuran Hangkinkin.
Masruswian berharap tradisi ini mampu menyemai jiwa patriotisme, disiplin, serta semangat belajar bagi para siswa.
“Banyak anak-anak yang awalnya tidak tahu kisah perjuangan di lingkungannya sendiri. Setelah ikut napak tilas, mereka jadi lebih menghargai jasa pahlawan dan menjadikan nilai perjuangan sebagai inspirasi hidup,” pungkasnya.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad