WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kabar duka datang dari medan tugas. Seorang anggota TNI kelahiran Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, yang dikenal dengan inisial Prada Y, resmi dinyatakan gugur dalam kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berikut Fakta-fakta Gugurnya Prada Y
1. Tragedi di Kampung Mamba
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 10.05 WIT, di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
2. Disemayamkan di Intan Jaya
Menurut laporan, Prada Y tewas akibat luka tembakan di bagian dada kanan atas. Jenazahnya terlebih dahulu disemayamkan di Intan Jaya sebelum dievakuasi ke Timika pada pagi Sabtu, 9 Agustus 2025, menggunakan pesawat Smart Cakrawala.
Keberangkatannya ke kampung halaman Banjarmasin kemudian diurus untuk pemakaman militer yang khidmat.
BACA JUGA:SUPER KECEWA! Tompi ‘Angkat Kaki’ dari WAMI, Bongkar Masalah Royalti Musik yang Bikin Geram Musisi
3. Tak Sempat Diselamatkan
Kontak tembak yang berlangsung sengit itu berakhir pilu. Peluru menembus dada kanan atas Prada Y, membuatnya tak sempat diselamatkan rekan-rekan setim. Suara tembakan yang memecah hening di pedalaman Papua kini menyisakan kepedihan di tanah Banua.
4. Diangkut Pakai Pesawat Smart Cakrawala
Jenazah sang prajurit langsung dievakuasi dari lokasi kejadian menuju Timika pada Sabtu (9/8/2025) menggunakan pesawat Smart Cakrawala.
Rencananya, jenazah Prada Y akan diterbangkan ke kampung halaman di Kalsel untuk dimakamkan secara militer—sebagai penghormatan atas pengabdian dan nyawa yang ia relakan demi merah putih.
Bagi keluarga dan warga Batola, Prada Y bukan sekadar prajurit, tetapi simbol keberanian dan pengorbanan. Ia pergi meninggalkan luka mendalam, namun juga warisan semangat juang yang tak akan padam.







