WARTABANJAR.COM, ISTANBUL - Upaya pembakaran nyaris meluluhlantakkan Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki! Seorang pria bernama Mezut Güçlü (42) nekat membakar Alkitab di dalam area suci tersebut pada malam 11 Juli 2025. Dengan sengaja, pelaku meletakkan kitab tersebut di atas karpet dekat mihrab – tempat suci umat Islam – dan menyulut api. Api sempat menjilat karpet, namun berkat kesigapan imam masjid dan petugas keamanan, kobaran berhasil dijinakkan sebelum meluas. Pelaku Kabur, Tapi Terekam CCTV! Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan. Beruntung, sistem keamanan canggih di sekitar Hagia Sophia mampu mengidentifikasi identitasnya. Dua hari kemudian, pada 13 Juli 2025, ia ditangkap dan langsung menjalani sidang perdana. Pengadilan memutuskan untuk menahan pelaku karena dinilai berisiko melarikan diri dan telah melakukan tindakan serius berupa upaya merusak tempat ibadah. Profil Pelaku: Gangguan Mental & Riwayat Kriminal Berikut catatan mengejutkan terkait Mezut Güçlü: Usia: 42 tahun BACA JUGA:DIBURU 11 TAHUN! Wakil Panglima OPM Mayer Wenda Tewas Ditembak TNI di Lanny Jaya Riwayat kesehatan mental: Pernah beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa. Bahkan dalam interogasi, ia sendiri meminta evaluasi kejiwaan. Catatan kriminal: Tak main-main, pelaku memiliki sejarah kejahatan mulai dari pengeroyokan, ancaman kekerasan, penghinaan, hingga pencurian kendaraan. Meski api sempat menyala, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan parah dalam insiden ini. Namun, pascakejadian, otoritas Turki langsung memperketat pengamanan di kawasan Hagia Sophia, yang merupakan salah satu situs paling bersejarah dan sensitif di dunia. Viral di Medsos, Tapi Banyak Spekulasi Tak Terbukti Insiden ini sempat memicu berbagai spekulasi liar di media sosial, termasuk tuduhan soal motif kebencian agama dan dugaan keterlibatan pihak asing. Namun hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis motif resmi, dan tidak ditemukan bukti kuat keterlibatan unsur agama atau provokasi internasional. Yang pasti, pelaku memiliki latar belakang gangguan kejiwaan serius dan sejarah kriminal yang panjang. Beberapa komentar netizen menyoroti aksi pelaku: “Kalau gangguan mental, kenapa yang dibakar masjid? Bukan bangunan kosong?” “Jelas ini percobaan adu domba!” “Gangguan jiwa dijadikan alasan lagi…” Kasus ini kembali menjadi pengingat betapa pentingnya keamanan rumah ibadah dan ketegasan hukum terhadap aksi provokatif, apa pun latar belakangnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan hoaks atau spekulasi liar.(Wartabanjar.com/monitorday.com/The Islamic Information/sahabatsurga/berbagai sumber) editor: nur muhammad