DIBURU 11 TAHUN! Wakil Panglima OPM Mayer Wenda Tewas Ditembak TNI di Lanny Jaya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, LANNY JAYA — Operasi militer rahasia oleh Komando Operasi TNI Habema (Koops Habema) menuntaskan perburuan buronan kelas kakap. Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, tewas ditembak dalam penyergapan di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (5/8/2025) pukul 16.30 WIT.
Terlibat Berbagai Aksi Brutal
Mayer telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) semenjak 2014, terkait sejumlah kekerasan bersenjata seperti penyerangan Mapolsek Pirime (2012), pembunuhan anggota Polri di Tolikara (2012), hingga penghadangan patroli Polri di Lanny Jaya (2014).
Melawan Saat Ditangkap: Baku Tembak Tak Terhindarkan
Saat hendak ditangkap, Mayer bersama seorang pria yang diduga adiknya, Dani Wenda, melakukan perlawanan bersenjata. TNI merespons dengan tembakan terukur dan melumpuhkan keduanya di lokasi kejadian.
BACA JUGA:Karhutla Kalsel Masih Aman, Menteri LH: Operasi Cuaca Siap Dikerahkan Jika Kondisi Memburuk
Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Wamena untuk identifikasi & proses lebih lanjut.
Barang Bukti Disita dari TKP
Beberapa bukti yang berhasil diamankan dari lokasi antara lain:
1 pucuk revolver dan 24 butir peluru
2 KTP atas nama Dani Wenda & Pemina Wenda
2 ponsel (Vivo & Oppo)
Uang tunai Rp 65.000
Tas noken khas Papua
TNI Tegaskan Tindakan Profesional dan Berdasarkan Hukum
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa operasi dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur hukum.
"Tindakan tegas diterapkan hanya jika terjadi perlawanan atau ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat keamanan."
Operasi ini adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas jelang perayaan HUT ke‑80 RI, sekaligus memastikan Papua tetap aman dan damai di bawah NKRI.
Rekam Jejak Aksi Kejahatan Mayer Wenda
Sept 2012: Pembunuhan aparat Polres Tolikara & rampas senjata
Nov 2012: Pembakaran Mapolsek Pirime & pembunuhan anggota polisi
Juli 2014: Mengadang patroli Polri & melakukan penganiayaan berat di Lanny Jaya
Semua kejahatan tersebut melatarbelakangi status Mayer sebagai buron utama sejak 2014.
Operasi ini menegaskan komitmen TNI untuk menindak kelompok bersenjata secara profesional dan terukur. Pendekatan hukum tetap menjadi prioritas, namun respon keras akan diberikan bila keselamatan publik dan negara terancam(Wartabanjar.com/Media Indonesia/suara.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad