WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sukses menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini memantau dua provinsi lainnya di Kalimantan terkait potensi titik api. Dua provinsi itu adalah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pemantauan terus dilakukan terhadap dua provinsi ini karena pemerintah daerahnya masih bisa menangani. Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, dikutip dari laman BNPB, Rabu (6/8/2025) mengatakan apabila ada peningkatan ekskalasi akan dilakukan strategi penanggulangan yaitu perpaduan yang seimbang dan serasi antara operasi darat, operasi modifikasi cuaca dan operasi udara melalui heli patroli dan heli water bombing. Terkait Karhutla ini, pihaknya merumuskan langkah-langkah strategis untuk bersinergi dengan berbagai pihak yang terlibat langsung dalam proses penanganannya. Dalam laporannya Kepala BNPB menyampaikan secara langsung kepada Presiden strategi dan langkah yang diambil yaitu, pertama, penguatan Satgas Darat yang terdiri dari personel gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, Masyarakat Peduli Api serta lintas kementerian dan lembaga. Dalam satgas udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang terhitung mulai 4 Juli 2025 hingga saat ini 2 Agustus 2025 BNPB telah mengerahkan 2 unit pesawat Cessna Caravan untuk melakukan OMC dan telah dilaksanakan selama 68 Jam 2 menit sebanyak 31 sortie dan telah menyebar bahan semai sebanyak 35.400 kg di atas langit Kalimantan Barat dan akan terus dilakukan berdasarkan prakiraan cuaca dan rekomendasi BMKG. Satgas udara tersebut juga diperkuat dengan patroli udara menggunakan 2 unit helikopter patroli dengan tipe Bell 206 L3 dan AS 350 B3 untuk memantau dan menemukan titik api di Bumi Khatulistiwa. Helikopter pengebom air atau water-bombing disiagakan untuk membantu satgas darat dalam menjangkau titik api dan titik panas. Water bombing dengan menggunakan 2 unit helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman titik api yang tidak bisa dijangkau oleh satgas darat. Kemudian, satgas penegakan hukum yang telah melakukan penyegelan pada empat perusahaan di bidang kehutanan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat. "Kami laporkan kesimpulan sampai dengan hari ini tanggal 2 Agustus 2025, kami pastikan situasi penanganan karhutla di Indonesia terkendali, " ujar Suharyanto melalui sambungan video bersama dengan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data yang diterima oleh BNPB pada Sabtu (2/8/2025), dilaporkan bahwa semua titik panas yang membakar Kalimantan Barat menjadi nol titik panas. Tentunya keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak yang tidak pernah lelah dalam memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk fokus serta memberikan yang terbaik dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. BACA JUGA: Terekam Jelas CCTV! Pria Misterius Gondol Tas Karyawan Penginapan di Tarakan Banjarmasin Konferensi video dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Gubernur Kalimantan Barat Drs. Ria Norsan, M.M., M.H. beserta jajaran forkompimda Kalimantan Barat. BNPB terus mengimbau semua pihak agar tetap waspada serta bersinergi dan tidak lengah, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. (Yayu) Editor: Yayu