‎WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kobaran api melahap beberapa ruangan di Polres Banjarbaru, Rabu (6/8/2025) malam. Seorang saksi mata bernama Tia mengungkapkan kronologi awal munculnya api yang kini tengah dalam penyelidikan pihak berwenang. ‎ ‎Menurut Tia, kejadian bermula saat listrik tiba-tiba padam di area Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan kantin. Hal ini mendorong rekannya, Hasbi, untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan listrik. Namun, bukan hanya masalah kelistrikan yang mereka temukan. ‎ ‎"Hasbi masuk ke dalam untuk mengecek, mungkin saja ada sekring yang bermasalah. Tapi saat keluar, dia langsung mencium bau asap," ungkap Tia. [caption id="attachment_336841" align="aligncenter" width="399"] Tia, Saksi mata pada detik-detik sebelum kebakaran di Polres Banjarbaru saat memberikan keterangan, Rabu (6/8/2025) malam. (sumber: Ikhsan)[/caption] ‎ ‎Kecurigaan semakin kuat ketika mereka menelusuri asal asap tersebut dan menemukannya berasal dari area dekat toilet. Dari sana, asap hitam mulai mengepul. ‎ ‎"Saya langsung coba menghubungi pemadam kebakaran, sekitar pukul 20.18 WITA. Tapi belum berhasil tersambung, saya sudah melihat ada cahaya terang dan itu ternyata api," jelasnya. ‎ ‎Tia menegaskan cahaya tersebut bukanlah nyala lampu, melainkan kobaran api yang mulai membesar. Tak lama kemudian, terdengar suara ledakan yang cukup keras, diduga berasal dari salah satu ruangan yang terbakar. ‎ ‎"Ledakan terdengar jelas dari dalam ruangan SPKT," tambahnya. ‎ ‎Dalam waktu singkat, api membesar dan melalap tiga ruangan sekaligus termasuk SPKT dan dua ruangan di sekitarnya. ‎ ‎Kejadian ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha, hingga Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby turut meninjau langsung lokasi pasca kebakaran. (IKhsan) Editor: Andi  Akbar