WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Alwi Farhan resmi mengangkat trofi kejuaraan Macau Open 2025 setelah mengalahkan wakil Malaysia, Justin Hoh, di final pada hari Minggu, 3 Agustus 2025, di Macau East Asian Games Dome. Dia menang dalam dua gim langsung dengan skor 21‑15 dan 21‑5 dalam durasi 54 menit menandai gelar BWF World Tour‐nya yang pertama di level Super 300. Performa Mendominasi dan Kendali Emosi Alwi sempat kewalahan saat awal gim pertama karena tekanan dari Justin, tetapi berhasil mengambil alih kendali sejak kedudukan 5‑5 dan terus menjauh hingga menutup gim pertama 21‑15. Di gim kedua, dominasi Alwi semakin terlihat, ia unggul besar sejak awal dan menutup laga dengan skor telak 21‑5. Ia menekankan pentingnya mengontrol emosi serta strategi yang matang kunci kemenangan di momen krusial. “Sungguh bersyukur dan sangat senang. Ini wishlist goal saya untuk jangka pendek,” ungkap Alwi pasca pertandingan. Ia menilai gelar ini sebagai pencapaian pribadi terlebih dahulu, kemudian untuk keluarga, pelatih, PBSI, dan seluruh masyarakat Indonesia. Kini ia berkomitmen membidik level lebih tinggi seperti Super 500, 750, dan 1000 agar punya koleksi trofi yang lengkap. Proses dan Konsistensi Performa Jalur juara Alwi di turnamen ini tidak mudah ia melewati babak 16 besar melawan Zaki Ubaidillah dalam rubber game penuh drama, bahkan sempat tertunda karena gangguan lapangan sebelum pindah ke venue lain . Kemudian dia revans di perempat final dengan menang mulus atas Jason Gunawan dari Hong Kong, memperlihatkan progres signifikan dari pertemuan pertama di Orleans Masters 2025. Gelar juara ini memantapkan posisi Alwi sebagai harapan baru tunggal putra Indonesia. Di usianya yang baru 20 tahun, ia sudah menunjukkan mental juara dan konsistensi performa untuk bersaing di level elite dunia. Ke depannya, Alwi berharap momentum ini membuka jalan lebih besar di turnamen internasional, sekaligus jadi inspirasi buat generasi muda bulu tangkis Indonesia yang haus gelar. Alwi Farhan lahir pada 12 Mei 2005 dan merupakan atlet jebolan PB Djarum yang dikenal sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di sektor tunggal putra. Ia mencuat ke publik sejak menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2023 dan perlahan mulai masuk ke turnamen senior mulai 2024. Gaya bermainnya dikenal cepat, taktis, dan punya daya juang tinggi. Saat ini Alwi masuk dalam program pelatnas PBSI dan terus menunjukkan progres signifikan, menjadikannya salah satu pemain masa depan andalan Indonesia di level dunia. (Berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar