Tim Pansel Dewan Pendidikan HST Audiensi ke Provinsi, Pastikan Seleksi Transparan dan Berkualitas
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Tim Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Dinas Pendidikan HST melaksanakan audiensi dengan Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, di kantor BPMP Provinsi Kalsel, Kamis (31/7/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyampaikan progres tahapan seleksi sekaligus menerima masukan dan arahan dalam mewujudkan proses seleksi yang transparan, berkualitas, serta menjaring figur yang kredibel.
Langkah proaktif Tim Pansel HST ini mendapat apresiasi dari Dewan Pendidikan Provinsi. Proses seleksi dinilai telah menerapkan prinsip tata kelola yang baik, termasuk keterbukaan proses, pemanfaatan teknologi seperti penggunaan Chromebook dalam tes tertulis, serta pendekatan andragogik dalam penyusunan soal.
Baca Juga
Maling Pagar Berkeliaran, Warga Ancam Demo ke Polda Kalsel
Dalam diskusi yang berlangsung, Dewan Pendidikan Provinsi dan BPMP turut menekankan pentingnya pemahaman calon anggota terhadap empat peran utama Dewan Pendidikan: sebagai penasehat, pendukung, pengawas, dan mediator.
Pengetahuan terkait delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan upaya peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga menjadi perhatian.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Mardiana, menegaskan pentingnya memilih sosok yang tak hanya berkompeten, tetapi juga mampu membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah.
“Efektivitas Dewan Pendidikan tidak hanya soal kompetensi, tapi juga kemampuan menjalin jejaring dan kemauan untuk berkolaborasi dengan birokrasi,” ujarnya.
Ketua Tim Pansel sekaligus Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyampaikan komitmen untuk segera menyempurnakan instrumen seleksi sesuai arahan.
Pihaknya juga merancang penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota dewan terpilih dan menjadikan SPM sebagai indikator mutu pendidikan.
“Dengan arahan ini, kami semakin optimis dapat menjaring putra-putri terbaik untuk mengabdi di Dewan Pendidikan. Kami ingin membentuk dewan yang solutif dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” pungkas Anhar, Minggu (3/7/2025). (Adew)
Editor Restu