TANGISAN DI ATAS PUING! Rumah Roboh Tanpa Tanda, Pasutri di Batola Hanya Bisa Pasrah

“Saya langsung lompat keluar lewat jendela. Pintu depan tertutup reruntuhan. Barang-barang gak sempat diselamatkan,” ungkap Ritar.

Meski kehilangan berbagai barang berharga seperti kulkas, televisi, dan dokumen penting, Ritar bersyukur bisa selamat. Ayahnya yang biasa tinggal bersamanya tengah bekerja saat kejadian.
Runtuh Susulan, Warga Sekitar Panik

Rahim (25), tetangga depan rumah, menceritakan bagaimana suara keras mengguncang lingkungan permukiman mereka.

“Dengar suara keras dan teriakan warga. Saya kira gempa atau kecelakaan, ternyata rumah roboh. Lalu terdengar suara ‘druk…druk…’, terus ambruk lagi,” kenangnya.

Hingga kini, puing-puing masih berserakan di lokasi. Belum ada bantuan resmi yang datang, sementara keluarga Indra hanya bisa menatap reruntuhan rumah yang dulunya mereka bangun dengan penuh kerja keras. (Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad