Rahim (25), tetangga depan rumah, menceritakan bagaimana suara keras mengguncang lingkungan permukiman mereka.
“Dengar suara keras dan teriakan warga. Saya kira gempa atau kecelakaan, ternyata rumah roboh. Lalu terdengar suara ‘druk…druk…’, terus ambruk lagi,” kenangnya.
Hingga kini, puing-puing masih berserakan di lokasi. Belum ada bantuan resmi yang datang, sementara keluarga Indra hanya bisa menatap reruntuhan rumah yang dulunya mereka bangun dengan penuh kerja keras. (Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







