WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Perkelahian brutal yang mengguncang Desa Karya Tani, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, Kamis subuh (31/7/2025), sekitar pukul 05.00 WITA yang menewaskan dua pria, ternyata karena permasalahan di laut. Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula saat Idris dan Tani—yang sama-sama bekerja sebagai pencari batu karungan di laut—terlibat cekcok saat bekerja di tengah subuh. Setelah adu mulut sengit, keduanya pulang ke daratan. Namun, situasi makin panas. Tani datang kembali ke rumah Idris di Desa Karya Tani dengan membawa tiga orang temannya, dan pertikaian kembali pecah—kali ini lebih brutal dan berdarah. Pertemuan itu berujung bentrokan fisik menggunakan senjata tajam, yang membuat suasana desa berubah mencekam. Diduga Idris menjadi korban pengeroyokan, sedangkan Tani juga tewas dalam duel berdarah tersebut. BACA JUGA:TANGISAN DI ATAS PUING! Rumah Roboh Tanpa Tanda, Pasutri di Batola Hanya Bisa Pasrah Ditemukan Tewas Mengenaskan Dua korban tewas, yakni Idris, warga setempat, dan Tani, warga Tabunganen Tengah, ditemukan tak bernyawa di lokasi kejadian dengan luka parah akibat senjata tajam. Tak hanya mereka, ibu dan istri Idris juga menjadi korban serta salah satu rekan Tani yang dilaporkan mengalami luka mengerikan—tangannya sampai putus dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. “Kejadiannya dini hari. Dua orang langsung meninggal, yang luka-luka dibawa ke rumah sakit. Salah satunya tangannya putus,” ujar seorang warga kepada Radar Banjarmasin. Polisi Masih Dalami Motif dan Kronologi Lengkap Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta motif pasti di balik insiden berdarah ini. Sejumlah saksi telah diperiksa, dan para korban luka sedang menjalani perawatan intensif. Kasus ini menambah daftar panjang konflik horor antarwarga yang berujung kematian, dan menjadi sorotan tajam masyarakat Tabunganen dan sekitarnya.(Wartabanjar.com/infobatola/berbagai sumber) editor: nur muhammad