WARTABANJAR.COM, BARABAI– Para pengusaha UMKM sekarang perlu melek teknologi digital agar akses pasar mereka makin luas. Hal ini diperlukan agar mudah menjangkau pasar luar daerah hingga luar negeri. Ketua Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Deni Era Yuliantie mengatakan hal itu saat mengunjungi Industri Kecil Menengah (IKM) Honey Muflah di Desa Walatung, Kecamatan Pandawan, Rabu (30/7/2025) bersama pengurus Dekranasda HST. Digitalisasi, paparnya, adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Di kesempatan ini, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis kearifan lokal. Ia menyebut kerajinan tas purun sebagai salah satu ciri khas daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas. “Dekranasda berkomitmen untuk mendampingi dan memfasilitasi IKM agar mampu meningkatkan mutu produk, inovasi desain, serta strategi pemasaran. Harapannya, produk lokal seperti tas purun dari HST bisa semakin dikenal dan diminati secara nasional bahkan internasional,” ujarnya. Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan nyata Dekranasda HST terhadap pelaku usaha lokal, khususnya pengrajin tas berbahan dasar purun. BACA JUGA: Mulai September Tarif Air Bersih di Balangan Naik, ini Rinciannya Selain sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah, kunjungan ini juga bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif di HST. Camat Pandawan, Muhammad Fakhrurazi, dalam sambutannya di acara tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Ketua Dekranasda HST kepada pelaku IKM di wilayahnya. “Kehadiran Ketua Dekranasda menjadi semangat tersendiri bagi para pengrajin, agar terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran,” ujarnya. Kegiatan kunjungan ini turut dihadiri jajaran perangkat kecamatan, pengelola IKM Honey Muflah, serta tokoh masyarakat setempat. (Adew) Editor: Yayu