WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Paruh musim MotoGP 2025 mencatat sejumlah fakta menarik, salah satunya mengenai dua sirkuit yang terbukti paling banyak menelan korban kecelakaan. Berdasarkan data resmi hingga seri ke-12, Sirkuit Le Mans (Prancis) dan Assen (Belanda) menempati posisi teratas sebagai trek paling rawan crash sepanjang musim sejauh ini. Le Mans Memimpin: 70 Insiden dalam Satu Seri MotoGP Prancis 2025 yang digelar di Le Mans menjadi balapan dengan angka kecelakaan tertinggi, mencatat 70 insiden crash dalam satu akhir pekan. Angka ini mencakup kecelakaan dari sesi latihan bebas, kualifikasi, sprint race, hingga balapan utama. Karakteristik sirkuit Le Mans yang sempit, banyak tikungan cepat dengan permukaan trek yang kerap berubah cengkeramannya, membuat banyak pembalap kesulitan menjaga kontrol motor, terutama saat ban mulai aus. Assen Tak Kalah Rawan: 64 Crash di GP Belanda Tak jauh berbeda dengan Le Mans, MotoGP Belanda di Sirkuit Assen juga mencatatkan angka 64 kecelakaan sepanjang pekan balapan. Sirkuit legendaris ini memang terkenal teknikal, dengan kombinasi tikungan cepat dan sektor akhir yang menantang. Meski Assen dijuluki “The Cathedral of Speed”, banyak pembalap terjebak oleh layout-nya yang mengundang agresivitas, namun tak memaafkan kesalahan sedikit pun. Bahkan beberapa nama besar seperti Brad Binder dan Pedro Acosta mengalami crash di sini. Aragon & Qatar Paling Aman Berbanding terbalik, dua seri MotoGP 2025 yang tergolong paling aman sejauh ini adalah GP Aragon dan GP Qatar, yang masing-masing “hanya” mencatat 27 insiden crash. Kedua sirkuit tersebut memiliki lintasan lebar dan layout yang cenderung lebih stabil dalam hal grip serta temperatur trek. Kondisi Trek & Gaya Balap Pengaruhi Risiko Tingginya jumlah kecelakaan di Le Mans dan Assen menunjukkan bahwa bukan hanya skill pembalap yang diuji, tapi juga bagaimana kondisi cuaca, suhu aspal, dan komposisi ban sangat mempengaruhi. Sesi sprint race yang diperkenalkan sejak musim lalu juga dianggap menjadi faktor tambahan yang meningkatkan intensitas dan risiko crash setiap akhir pekan. Apa Implikasinya? Trek-trek berisiko tinggi ini tak hanya mempengaruhi hasil klasemen pembalap, tapi juga jadi perhatian serius dari tim dan produsen motor. Tim harus mempersiapkan strategi ban, pengaturan motor, hingga menjaga fisik pembalap lebih ekstra pada sirkuit seperti Le Mans dan Assen. Dengan paruh kedua musim segera dimulai, tantangan teknis dan mental akan semakin berat. Para pembalap tentu harus meningkatkan kewaspadaan, terutama jika kembali menghadapi trek-trek yang dikenal "berbahaya". (berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar