WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pebulutangkis muda Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, akan tampil di Macau Open 2025 dengan semangat dan momentum positif usai meraih gelar juara Asia Junior 2025, Minggu (27/7) lalu. Turnamen BWF World Tour Super 300 yang digelar di Macao East Asian Games Dome mulai 29 Juli hingga 3 Agustus 2025 menjadi panggung lanjutan bagi Zaki untuk membuktikan bahwa dirinya tak hanya bersinar di level junior, tapi juga siap menantang para pemain elit di level senior. Usai Juara Asia, Fokus ke Kelas Dunia Kemenangan Zaki di ajang Asia Junior 2025 menjadi sinyal kuat akan lahirnya tunggal putra masa depan Indonesia. Di partai final yang berlangsung di Jakarta, Zaki tampil dominan dan tenang menghadapi lawan-lawan tangguh dari Jepang hingga Korea Selatan. Kini, pemain kelahiran 2006 itu akan memulai langkah awal di level senior, bersaing di antara nama-nama besar tunggal putra dunia di Macau Open 2025. “Zaki menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Macau Open adalah ajang penting untuk menilai bagaimana ia menghadapi tekanan dan intensitas permainan di level atas,” kata pelatih tunggal putra pelatnas, Irwansyah. Langkah Dimulai dari Kualifikasi Zaki akan memulai perjuangannya di babak kualifikasi, bersaing dengan beberapa pemain muda dari Eropa dan Asia yang juga berambisi mencuri panggung. Namun, mental juara yang ditunjukkannya di Asia Junior menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh. “Saya ingin buktikan bahwa juara Asia Junior bukan akhir, tapi awal dari proses saya. Target utama saya tentu lolos ke babak utama dan memberikan performa terbaik,” ujar Zaki dalam keterangannya kepada PBSI. Dukungan PBSI untuk Generasi Pelapis PBSI sendiri menargetkan penguatan generasi pelapis, dan nama Zaki masuk dalam daftar pemain potensial yang disiapkan menuju Olimpiade jangka panjang serta turnamen beregu besar seperti Thomas Cup. Dengan absennya beberapa pemain utama dari turnamen ini, kehadiran Zaki bersama Alwi Farhan, Chico Aura, dan Yohanes Saut di sektor tunggal putra menunjukkan keseriusan PBSI membangun kedalaman skuad. Zaki dikenal sebagai pemain dengan teknik pukulan halus dan kontrol lapangan yang matang. Namun, tantangan sesungguhnya datang dari aspek stamina, konsistensi, dan mental bertanding yang lebih kompleks di level senior. Jika mampu tampil tanpa tekanan berlebih, Zaki bukan tidak mungkin membuat kejutan di Macau Open seperti yang dilakukan Jonatan Christie dan Anthony Ginting saat pertama kali menembus turnamen BWF World Tour. (berbagai sumber/aar) Editor: Andi Akbar