WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kalimantan Selatan tengah berada dalam kondisi siaga tinggi! Sebanyak 1.400 titik api terpantau membara di wilayah ini, berdasarkan data dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Kehutanan RI. Mayoritas titik api berada di Areal Penggunaan Lain (APL), atau kawasan di luar hutan.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra, mengungkapkan bahwa hingga kini, sekitar 20 hektare lahan di dalam kawasan hutan telah terbakar.
“Data dari BPBD dan tim di lapangan mencatat bahwa yang terbakar di kawasan hutan sekitar 20 hektare, sisanya di luar kawasan,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (29/7/2025) sore.
Meski kebakaran terbesar terjadi di luar kawasan hutan, Dinas Kehutanan tetap bergerak cepat dan berkomitmen melakukan pencegahan serta penanggulangan secara menyeluruh.
BACA JUGA:DETIK-DETIK Ular Piton Melilit Kaca Mobil Bikin Netizen Menjerit Takut Campur Tawa, “Astaga Beb!”
Salah satu strategi yang diandalkan adalah mengaktifkan kembali kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di seluruh wilayah Kalsel, termasuk di area strategis seperti Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.
“Sebagian besar wilayah Tahura merupakan area rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga sejak beberapa tahun lalu kami mewajibkan setiap Pengukuhan dan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) membentuk MPA di desa-desa,” jelasnya.
Selain membentuk MPA, pihak PPKH juga memberikan dukungan penuh dalam bentuk insentif serta perlengkapan sarana dan prasarana agar para relawan MPA dapat memantau potensi kebakaran sejak dini.

