FotoWARTABANJAR.COM, BANJARBARU– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan menjadi perhatian serius dalam Rapat Koordinasi Supervisi Pengendalian Karhutla, Selasa (29/7/2025) sore.
Inspektur Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Irjen Pol. Prof. Djoko Poerwanto menegaskan, pentingnya menyatukan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani Karhutla.
Saat ditemui awak media, ia mengatakan pihaknya sepakat tak ada lagi sekat antara pusat dan daerah.
“Yang terpenting adalah kesatuan sikap untuk mengidentifikasi masalah utama, sehingga potensi terjadinya kebakaran bisa ditekan semaksimal mungkin,” ucapnya.
Djoko menambahkan, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam pengendalian Karhutla.
Sinergi antara TNI, Polri, serta dinas terkait seperti Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD Kalimantan Selatan, dinilai vital untuk saling melengkapi data dan strategi di lapangan.
Selain itu, penguatan langkah preventif dan identifikasi dini menjadi fokus bersama.
BACA JUGA: Rawan Karhutla! 143 Titik Panas ada di Kalimantan
“Semua kegiatan tentu membutuhkan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Yang kami lakukan saat ini adalah untuk kebaikan masyarakat,” imbuh Djoko.
Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menyoroti empat langkah strategis yang dibahas dalam rakor tersebut.
Di antaranya adalah pembahasan penanganan wilayah ring 1 di Landasan Ulin, penetapan status siaga provinsi, pelaksanaan apel siaga Karhutla, dan usulan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca.
”Keempat hal ini merupakan bagian dari langkah antisipatif. Meski status siaga belum bisa diajukan ke BMKG, namun persiapan harus dimatangkan sejak dini,” ujar Yudho. (IKhsan)







