Reaksi Netizen: Antara Marah, Simpati, dan Satire
Aksi penggerebekan ini memancing gelombang reaksi netizen di media sosial. Sebagian menyuarakan kekesalan karena pernah menjadi korban penipuan, sementara lainnya justru menyindir pemerintah agar memberi pelatihan dan legalisasi bagi pelaku rakitan lokal.
“Fasilitasin, dong, mereka pintar bikin HP. Bisa jadi produk lokal,” tulis akun @anak_teknik.
“Gua pernah beli HP dari live TikTok, eh pas retur penjualnya udah kabur,” keluh akun lainnya.
Tak sedikit yang mengaitkan kasus ini dengan produk-produk “mirip baru” yang sering dijual di marketplace seperti Shopee atau TikTok Shop, bahkan menduga produk hasil rakitan ini sudah lama beredar tanpa terdeteksi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli ponsel, terutama dari toko tidak resmi dan penjual daring dengan harga mencurigakan.
“Kalau harganya terlalu miring, harus waspada. Jangan hanya tergiur tampilan luar,” tutup aparat dalam konferensi pers.(Wartabanjar.com/newsfromindonesia/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






