WARTABANJAR.COM, KUMAI – Sebuah video yang diunggah akun Instagram @tanahbumbuinfo mendadak viral dan memicu kemarahan publik. Dalam rekaman itu, tampak sebuah mobil pribadi yang hendak menjemput keluarga di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, dihadang oleh tiga pria yang mengaku dari organisasi masyarakat (ormas) setempat.
Mereka memaksa sopir dan penumpang untuk berpindah ke kendaraan milik mereka, atau membayar biaya sebesar Rp200.000 per mobil. Ketika diminta menunjukkan bukti atau dasar hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mereka klaim, ketiga pria tersebut tak mampu menunjukkan apa pun.
BACA JUGA:Rumah Ludes Dilalap Api di Tabalong, Warga Menjerit: Damkar Tak Kunjung Datang!
Aksi intimidatif ini menuai gelombang kemarahan dari netizen. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pemerasan berkedok aturan, dan meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan menertibkan oknum-oknum yang mengatasnamakan ormas.
Reaksi netizen pun membanjiri kolom komentar:
“Kita dukung driver-nya! Jangan mau ditindas! 🔥”
“Republik Darurat Ormas.”
“Gak lulus akademi, gak keterima kerja, jalan ninjanya masuk ormas.”
“’EEEE SANTAII!’—komentar terbaik sejagat 😂”
“Tangkap dan viralkan! Jangan biarkan pelabuhan jadi sarang premanisme!”
“Mereka harus jelas fungsinya. Ormas bukan alat pungli!”
Aksi seperti ini memperkuat kekhawatiran publik akan maraknya premanisme terselubung di kawasan strategis seperti pelabuhan, yang kerap menjadi pintu masuk aksi-aksi sewenang-wenang terhadap masyarakat.







