Pria Paruh Baya di Banjarmasin Cabuli Anak di Bawah Umur
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Unit PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin berhasil ungkap kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kota Banjarmasin.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial NZ (59), yang merupakan warga Kecamatan Banjarmasin Tengah.
NZ diamankan setelah ada laporan dari ibu korban, dimana NZ diduga telah melakukan pelecehan terhadap anak gadis berusia 10 tahun.
Baca Juga
Dicari Maling Incar Rumah Kosong di Banjarmasin Timur Pakai Jaket Ojol
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa memaparkan, kejadia berawal saat korban sedang bermain sepeda di rumah pelaku, pada Kamis (10/7) sore.
Kemudian, pelaku pun menawarkan kue untuk korban, sambil membawa korban ke dalam rumah, namun korban sempat menolak.
"Tapi pelaku memegang tangan korban dan membawa korban masuk ke dalam rumah pelaku. Korban dibawa ke dapur, dan pelaku pun memberikan kue kepada korban," papar Kasat reskrim, didampingi Kanit PPA, Ipda Partogi Hutahaean, Rabu (23/7) siang.
Selanjutnya, beber Eru, pelaku pun membuka celana panjang dan celana dalam yang saat itu digunakan korban.
"Kemudian pelaku pun berjongkok menjilat kemaluan korban sebanyak 2 kali," beber Eru.
Setelahnya, korban pun pulang ke rumah neneknya yang tidak jauh dari rumah pelaku, dan menceritakan kejadian tersebut kepada kakak dan tante korban.
Mendengar hal tersebut, pihak keluarga korban pun tidak terima, kemudian ibu korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Banjarmasin.
Berdasarkan Laporan tersebut, Unit PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku.
"Pelaku diamankan di rumahnya, pada hari Selasa (17/7) malam," kata Eru.
Selanjutnya, pelaku pun diamankan ke Mapolresta Banjarmasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Eru juga menjelaskan, kalau pelaku dengan korban tidak ada hubungan keluarga, tapi saling kenal.
"Nenek korban itu bertetangga dengan pelaku, jadi korban sering berada di rumah neneknya, sehingga korban kenal dengan pelaku," pungkasnya. (iqnatius)
Editor Restu