WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 1007/Banjarmasin terus menunjukkan progres signifikan di kawasan Jalan Simpang Sadur, Kuin Kacil, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Memasuki hari ke-20 (Rabu, 23/7/2025), sejumlah sasaran fisik mencatat pencapaian yang menggembirakan. Salah satu proyek utama, yakni pembangunan Jembatan 1 (9,4 meter x 2 meter), telah menembus progres 87 persen, menjadikannya struktur paling cepat rampung sejauh ini. Rincian Progres Pembangunan TMMD ke-125: Jalan utama (panjang 632 meter, lebar 2 meter): 23 persen Jembatan 1: 87 persen Jembatan 2 (18 m): 60 persen Jembatan 3 (6 m): 61 persen Jembatan 4 (8 m): 50 persen Jembatan 5 (3 m): 5 persen Sementara itu, beberapa sasaran tambahan seperti rehab mushalla, pembangunan MCK, pemasangan gorong-gorong, serta perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) masih berada di tahap awal dengan progres 0 persen. Kegiatan harian di lokasi TMMD melibatkan pengangkutan kayu ulin, pemasangan galam, hingga pekerjaan pemasangan lantai jembatan yang dilakukan secara gotong royong oleh personel gabungan TNI dan warga setempat. Kolaborasi Kuat: TNI dan Warga Bersinergi Sebanyak 48 personel dilibatkan dalam kegiatan ini, terdiri dari: 20 personel Kodim 1007/Banjarmasin 15 personel Yonif 623/BWU 3 personel Denzipur 8/GM 10 warga masyarakat setempat Distribusi material yang cukup menantang di medan rawa dan bantaran sungai dibantu oleh 1 unit mobil pick-up (Dmax) dan 1 unit perahu sebagai sarana pendukung. Wilayah Perbatasan Jangan Tertinggal Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Sigit Purwoko, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Kuin Kacil bukan tanpa alasan. Wilayah ini berada di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, yang selama ini masih minim akses infrastruktur. "Daerah ini bisa dikatakan serambi kota. Masyarakatnya sebagian besar bertani, dan mereka butuh jalan serta jembatan untuk meningkatkan ekonomi," jelasnya. Ia menegaskan bahwa kemajuan pusat kota harus diimbangi dengan pembangunan kawasan pinggiran. "Jangan sampai karena ini perbatasan, malah Banjar yang lebih bagus. Sebagai kota yang lebih dulu berkembang, kita punya tanggung jawab memastikan wilayah pinggiran juga ikut maju," tegasnya. Program TMMD ke-125 ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya terfokus di perkotaan, tetapi juga menyentuh daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh infrastruktur. Dengan progres yang terus meningkat, masyarakat Kuin Kacil pun mulai merasakan dampak positif dari kehadiran TMMD.(Wartabanjar.com/Ramadan) editor: nur muhammad