Haji Isam Borong Kapal dari Belanda dan Jepang! Total 12 Unit Kapal Canggih Siap Kawal Bisnis Tambang
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Bos tambang asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, kembali bikin kejutan! Tanpa banyak gembar-gembor, Jhonlin Marine Lines (JML)—unit pelayaran milik Jhonlin Group—telah memborong 12 unit kapal baru dari dua raksasa industri maritim dunia: Belanda dan Jepang.
Transaksi senyap ini mencakup 4 kapal keruk canggih dari Belanda dan 8 kapal kargo curah (bulk carrier) berkapasitas jumbo dari Jepang.
Kerjasama Strategis dengan Royal IHC Belanda
JML diketahui telah menjalin kerja sama dengan Royal IHC, perusahaan spesialis kapal keruk asal Belanda, sejak Januari 2024. Dua kapal keruk pertama yang dipesan adalah Beagle® 4 dan Beaver® 65, dan telah dikirim pertengahan tahun lalu.
Bahkan, dua unit tersebut kini sudah beroperasi dengan nama SAMSON dan JHONI 59, yang diketahui dinamai berdasarkan nama putra Haji Isam. Kapal-kapal ini digunakan untuk mempertahankan kedalaman kanal pengangkutan batu bara dan biodiesel di Batulicin, Kalimantan Selatan.
[caption id="attachment_332886" align="alignnone" width="673"]
Kapal JHONI 59 bekerja di Batulicin, Kalimantan Selatan.(Wartabanjar.com/istimewa)[/caption]
BACA JUGA:Haji Isam Dampingi Prabowo di Istana, RI-China Teken 12 Kerja Sama Ekonomi Fantastis
Tak berhenti di sana, pada Maret 2025, Jhonlin kembali memesan 2 kapal keruk hisap Beaver® 65 kepada Royal IHC, melalui PT Dua Samudera Perkasa, anak usahanya. Kapal ini punya spesifikasi luar biasa:
Diameter pipa pembuangan: 650 mm
Kedalaman pengerukan: hingga 25 meter
Fitur tambahan: sistem pemisahan bahan bakar, pengukuran produksi radioaktif canggih, hingga teknologi DTPS dengan akurasi 2 cm!
Rangga Rishar Saputra, Country Manager Royal IHC Indonesia, menyebut kepercayaan Jhonlin sebagai kemitraan jangka panjang yang strategis untuk masa depan industri pengerukan di Indonesia.
8 Kapal Kargo dari Jepang
Tak hanya dari Eropa, delapan unit kapal kargo curah juga telah diamankan dari Oshima Shipbuilding Co., Ltd., salah satu produsen kapal top asal Jepang. Kapal-kapal tersebut memiliki kapasitas mencapai 64.000 DWT (deadweight tonnage), dan akan mulai dikirim pada tahun 2028 hingga 2029.
Menurut laporan The Japan Maritime Daily, ini adalah kali pertama Oshima menerima pesanan dari Jhonlin Group. Transaksi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengamankan jalur logistik tambang dalam jangka panjang di tengah ketatnya persaingan global.
Haji Isam Membaca Strategi Besar
Pembelian besar-besaran ini sejalan dengan tren global: pemilik kapal Asia kini berlomba membangun armada baru setelah sempat tertinggal dari pelaku Eropa. Dengan proyek-proyek besar di sektor pertambangan dan energi, Jhonlin Group tampak tak ingin tertinggal dalam hal infrastruktur logistik laut.
Dengan adanya 12 kapal baru ini—4 kapal keruk berteknologi tinggi dan 8 kapal kargo curah jumbo—Haji Isam makin mengukuhkan dominasinya sebagai raja logistik dan tambang di Indonesia.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad
Kapal JHONI 59 bekerja di Batulicin, Kalimantan Selatan.(Wartabanjar.com/istimewa)[/caption]
BACA JUGA:Haji Isam Dampingi Prabowo di Istana, RI-China Teken 12 Kerja Sama Ekonomi Fantastis
Tak berhenti di sana, pada Maret 2025, Jhonlin kembali memesan 2 kapal keruk hisap Beaver® 65 kepada Royal IHC, melalui PT Dua Samudera Perkasa, anak usahanya. Kapal ini punya spesifikasi luar biasa:
Diameter pipa pembuangan: 650 mm
Kedalaman pengerukan: hingga 25 meter
Fitur tambahan: sistem pemisahan bahan bakar, pengukuran produksi radioaktif canggih, hingga teknologi DTPS dengan akurasi 2 cm!
Rangga Rishar Saputra, Country Manager Royal IHC Indonesia, menyebut kepercayaan Jhonlin sebagai kemitraan jangka panjang yang strategis untuk masa depan industri pengerukan di Indonesia.
8 Kapal Kargo dari Jepang
Tak hanya dari Eropa, delapan unit kapal kargo curah juga telah diamankan dari Oshima Shipbuilding Co., Ltd., salah satu produsen kapal top asal Jepang. Kapal-kapal tersebut memiliki kapasitas mencapai 64.000 DWT (deadweight tonnage), dan akan mulai dikirim pada tahun 2028 hingga 2029.
Menurut laporan The Japan Maritime Daily, ini adalah kali pertama Oshima menerima pesanan dari Jhonlin Group. Transaksi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengamankan jalur logistik tambang dalam jangka panjang di tengah ketatnya persaingan global.
Haji Isam Membaca Strategi Besar
Pembelian besar-besaran ini sejalan dengan tren global: pemilik kapal Asia kini berlomba membangun armada baru setelah sempat tertinggal dari pelaku Eropa. Dengan proyek-proyek besar di sektor pertambangan dan energi, Jhonlin Group tampak tak ingin tertinggal dalam hal infrastruktur logistik laut.
Dengan adanya 12 kapal baru ini—4 kapal keruk berteknologi tinggi dan 8 kapal kargo curah jumbo—Haji Isam makin mengukuhkan dominasinya sebagai raja logistik dan tambang di Indonesia.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad