WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pengusaha nasional asal Kalimantan Selatan, Haji Isam atau Andy Syamsuddin Arsyad, kembali menjadi sorotan publik. Ia turut mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan strategis dengan Perdana Menteri China, Li Qiang, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Pertemuan tingkat tinggi ini menghasilkan penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) utama antara Indonesia dan China di sektor ekonomi, serta delapan kerja sama tambahan lintas sektor lainnya. Sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo menggandeng Haji Isam untuk merealisasikan program swasembada pangan nasional di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Lewat proyek cetak satu juta hektare sawah, hasilnya mulai terlihat dengan panen perdana yang berlangsung Jumat pekan lalu. BACA JUGA:Haji Isam Dianggap Pahlawan Pangan Nasional, Jadi Inspirasi Pengusaha Besar Indonesia Sebagai pemilik Jhonlin Group, Haji Isam juga menunjukkan komitmen seriusnya dengan memesan 2.000 unit ekskavator dari China tahun lalu, guna mendukung program perluasan lahan pertanian tersebut. Empat MoU Ekonomi Utama RI-China 1. Transaksi Bilateral dalam Mata Uang Lokal Nota kesepahaman pertama ditandatangani antara Bank Indonesia dan People's Bank of China untuk memperkuat transaksi bilateral dalam mata uang lokal. Penandatangan: Perry Warjiyo (Gubernur BI) dan Pan Gongsheng (Gubernur PBoC). 2. Kebijakan Pembangunan Ekonomi Kesepakatan kedua antara Dewan Ekonomi Nasional Indonesia dan National Development and Reform Commission (NDRC) China terkait kerja sama kebijakan ekonomi. Penandatangan: Luhut Binsar Pandjaitan dan Zheng Shanjie. 3. Penguatan Hubungan Industri dan Rantai Pasok Nota ketiga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Perdagangan China. Penandatangan: Airlangga Hartarto dan Wang Wentao. 4. Proyek “Two Countries Twin Parks” MoU keempat membahas kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Provinsi Fujian, China, dalam pengembangan kawasan industri kembar. Penandatangan: Airlangga Hartarto dan Wang Wentao. Delapan Bidang Kerja Sama Tambahan Selain empat MoU utama, turut disepakati delapan kerja sama lainnya, yaitu: Pariwisata: Kementerian Pariwisata RI dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China. Ekspor Pertanian: Badan Karantina Indonesia dan General Administration of Customs China. Pengobatan Tradisional: Kementerian Kesehatan RI dan National Administration of Traditional Chinese Medicine China. Penanggulangan Tuberkulosis: Kementerian Kesehatan RI dan National Disease Control and Prevention Administration China. Investasi: Badan Pengelola Investasi Danantara dan China Investment Corporation. Bisnis Strategis: KADIN Indonesia dan China Chamber of Commerce in Indonesia. Kolaborasi Media: Kantor Berita ANTARA dan China Media Group. Kerja Sama Kantor Berita: ANTARA dan Xinhua News Agency. Pertemuan bilateral ini menunjukkan semakin eratnya hubungan strategis Indonesia-China, dengan kolaborasi yang mencakup berbagai sektor vital. Keterlibatan langsung tokoh pengusaha seperti Haji Isam menegaskan sinergi antara kekuatan pemerintah dan dunia usaha dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia.(Wartabanjar.com/inilah.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad