Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan, Bupati HST: Desa Harus Bangkit dan Berdikari!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) menyambut antusias peluncuran Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Senin (21/7/2025).
Kegiatan dipusatkan di Pendopo Bupati HST dan dihadiri langsung oleh Bupati HST Samsul Rizal, unsur Forkopimda, Ketua DPRD, para camat, kepala desa dan lurah se-HST.
Peluncuran ini dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meresmikan pendirian 80.081 koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Mutasi ASN Banjarmasin: 65 Pejabat Baru Dilantik, Ini Ancaman Wali Kota Yamin Bagi Pejabat Melanggar
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat kecil.
“Satu batang lidi memang tak memiliki kekuatan. Tapi jika dikumpulkan, ratusan lidi bisa menjadi sapu yang kokoh dan berguna. Begitu pula koperasi kekuatan yang muncul dari kebersamaan,” ujar Presiden.
Presiden menambahkan, koperasi adalah wadah ekonomi yang dirancang untuk kelompok masyarakat lemah, berbeda dari badan usaha besar yang lebih cocok untuk pelaku ekonomi kuat.
Dalam kegiatan ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah resmi meluncurkan 167 unit Koperasi Merah Putih dari total 169 desa. Tiga desa lainnya yakni Desa Aing Bantai, Juhu, dan Batu Perahu digabung menjadi satu koperasi terpadu demi efisiensi layanan di kawasan Pegunungan Meratus.
Bupati HST Samsul Rizal, menegaskan bahwa koperasi harus menjadi tulang punggung ekonomi desa.
“Peluncuran ini bukan sekadar simbolis, tapi bentuk keseriusan kita dalam membangun kekuatan ekonomi rakyat dari desa,” tegasnya.
Bupati menggarisbawahi bahwa koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi harus berkembang menjadi pusat layanan ekonomi warga, seperti gerai sembako, apotek, klinik desa, hingga layanan logistik.
“Saya minta kepala desa jangan hanya bangga punya koperasi. Pastikan koperasi itu aktif, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah memulai lebih dulu, meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Pemerintah daerah siap mendampingi melalui pelatihan, bantuan teknis, dan akses pasar. Koperasi desa harus tumbuh secara profesional dan berkelanjutan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Samsul Rizal menegaskan pentingnya menjadikan desa sebagai motor penggerak pembangunan.
“Desa harus menjadi subjek utama pembangunan. Kita sudah punya instrumen dan semangat, tinggal bagaimana mengawalnya. Mari kita buktikan bahwa desa bisa bangkit dan berdikari melalui koperasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten HST, Irfan Sunarko menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih dirancang untuk bisa mengakses pinjaman hingga Rp3 miliar per desa, sebagai modal awal kegiatan usaha.
Namun, ia mengingatkan bahwa sistem tanggung jawabnya juga ketat.
“Jika terjadi gagal bayar, maka cicilan akan dipotong langsung dari Dana Desa melalui koordinasi Bank BNI dengan pemerintahan desa dan Kementerian Keuangan,” jelas Irfan.
Saat ini, beberapa koperasi telah aktif, seperti di Desa Mahang Sungai Hanyar dan Kecamatan Pandawa, dengan fokus usaha simpan pinjam dan penyediaan sarana produksi pertanian. Bahkan, anggota koperasi di Mahang Sungai Menyer telah meningkat dari 40 menjadi sekitar 200 orang.
Dari 169 desa/kelurahan di HST, 167 koperasi telah berbadan hukum, sedangkan 3 desa digabung dalam satu koperasi. Pemkab HST bersama Dinas Perdagangan menargetkan seluruh koperasi aktif beroperasi pada bulan Oktober 2025.
Selain dengan Bank BNI, Koperasi Merah Putih di HST juga mulai menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, Badan Pangan (BP) Bulog, Pupuk Indonesia, dan rencana kerja sama dengan PT Pertamina terkait distribusi LPG 3 Kg
Dinas Perdagangan berharap pihak perbankan dapat memberikan kemudahan pinjaman dan menurunkan bunga menjadi 3% agar koperasi bisa berjalan berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Adew)
Editor Restu