WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala terus berkomitmen meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui konsumsi ikan dan pangan sehat. Hal ini ditegaskan dalam gelaran Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten yang digelar di Aula Selidah, Senin (21/07/2025), hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) dan TP PKK Barito Kuala. Acara dibuka langsung oleh Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, yang menegaskan pentingnya pangan bergizi dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing. “Pangan adalah hak dasar manusia. Ketersediaan dan konsumsi makanan bergizi, khususnya ikan, sangat penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” tegas Bupati. Bupati menyebut bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Untuk itu, ia mendorong penguatan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan. BACA JUGA:TOPAN WIPHA MENGAMUK! Hong Kong Lumpuh, 34 Tewas di Vietnam, Filipina Siaga Banjir “Kita tidak boleh bergantung pada satu jenis pangan saja. Diversifikasi pangan adalah kunci. Menu sehat tidak hanya bergizi, tapi juga harus bervariasi dan aman,” ujarnya. Lomba Masak, Langkah Strategis Tingkatkan Minat Menurut Bupati, lomba masak ini menjadi sarana strategis untuk mengedukasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengolah ikan menjadi menu bergizi dan menarik. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, masyarakat terdorong untuk mulai mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang dari rumah sendiri,” ungkapnya. Ia juga mengajak para kader PKK dari tingkat kecamatan hingga kelurahan agar memanfaatkan ajang ini sebagai media berbagi ilmu dan inspirasi. “Jadikan lomba ini sebagai ruang berbagi resep, menambah pengetahuan, dan bahkan menciptakan peluang usaha kuliner rumahan dari olahan ikan,” pungkasnya. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap kebiasaan makan ikan bisa menjadi budaya baru yang menyehatkan sekaligus membuka peluang ekonomi rumah tangga.(*/mcbatola/Aa) editor: nur muhammad