WARTABANJAR.COM – Topan dahsyat Wipha mengamuk dan memicu kepanikan di sejumlah negara Asia Timur dan Tenggara. Dengan kecepatan angin yang mencapai 167 km/jam, badai ini tak hanya melumpuhkan transportasi, tetapi juga menelan puluhan korban jiwa dan memaksa ribuan orang mengungsi. Hong Kong Porak-poranda Hong Kong menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Topan Wipha menerjang wilayah ini dengan hujan lebat dan angin kencang, memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan badai T10—peringatan tertinggi. Sekitar 500 penerbangan dibatalkan, pohon-pohon tumbang berserakan, dan 253 warga terpaksa mengungsi ke pusat evakuasi darurat. Guangdong, Tiongkok: Diguyur Hujan Lebat Di Tiongkok, Wipha mendarat di kota pesisir Taishan, Guangdong pada 20 Juli 2025. Dalam waktu tiga jam, curah hujan mencapai lebih dari 110 mm, memicu siaga banjir besar di wilayah pesisir. Pemerintah setempat telah mengaktifkan sistem peringatan tinggi guna mencegah jatuhnya korban jiwa. BACA JUGA:DETIK-DETIK Maling HP Diadang Warga hingga Terjerambab ke Aspal, Berkat Aksi Solidaritas di Dusun Depok Makau Turunkan Sinyal Badai, Tapi Tetap Waspada Makau menurunkan status peringatan badai menjadi sinyal No. 8, namun tetap dalam kondisi siaga menghadapi potensi banjir di area pelabuhan. Filipina Dilanda Banjir, 2 Orang Hilang Topan Wipha juga memicu hujan ekstrem dan banjir di Filipina. Sejauh ini, dilaporkan dua orang hilang, dan sejumlah wilayah terdampak telah siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan. Vietnam: 34 Tewas Akibat Bencana Laut Meski bukan pusat lintasan Wipha, Vietnam turut merasakan dampaknya. Ekor badai ini memicu bencana laut yang tragis: sebuah kapal terbalik dan menewaskan 34 orang, sementara delapan lainnya masih dinyatakan hilang. Taiwan Batalkan Penerbangan Penerbangan antara Taiwan, Hong Kong, Makau, dan Tiongkok daratan dibatalkan sebagai langkah antisipatif. Warga diminta tetap berada di dalam rumah dan mengikuti perkembangan dari otoritas setempat. Topan Wipha Jadi Alarm Bahaya untuk Asia! Fenomena ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi bencana di kawasan rawan topan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan sigap dan waspada menghadapi cuaca ekstrem yang makin tak terduga.(Wartabanjar.com/oposan.62/berbagai sumber) editor: nur muhammad