WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di alur Sungai Barito, Kamis (17/7/2025) pagi, tepatnya sekitar pukul 06.58 WITA. Kapal penumpang KM Dharma Kartika II yang tengah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan bersenggolan dengan tongkang Pulau III 3802 yang saat itu sedang ditarik tugboat TB Crest Omega 1. Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Banjarmasin, Nikodemus Rantetampang, S.Si.T., M.M., menjelaskan bahwa kapal KM Dharma Kartika II sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Rabu (16/7/2025) pukul 12.58 WIB. Ketika memasuki alur Sungai Barito, kapal bersenggolan dengan tongkang tersebut, menyebabkan bagian lambung kanannya robek sepanjang sekitar 100 meter akibat gesekan. “Robeknya berada sekitar 1,5 meter di atas garis air, sehingga tidak ada air yang masuk dan stabilitas kapal tetap aman,” jelas Nikodemus. Meski sempat terjadi insiden, kapal tetap dapat melanjutkan pelayaran dan berhasil bersandar di Dermaga Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin untuk melakukan bongkar muat. Berdasarkan manifest, KM Dharma Kartika II mengangkut 398 penumpang serta sekitar 145 unit kendaraan yang terdiri dari sepeda motor, mobil, hingga truk. “Kondisi seluruh penumpang dan barang dinyatakan aman. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kendaraan juga tidak mengalami kerusakan karena telah diikat dengan lasing yang kuat di atas kapal,” tambahnya. Nikodemus juga menyampaikan bahwa saat ini kapal belum bisa kembali dioperasikan karena menunggu hasil pemeriksaan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Marine Inspector. Pemeriksaan akan memastikan apakah kapal perlu masuk dok untuk perbaikan lebih lanjut di Surabaya. Sementara itu, Andi Agussalam, S.Si.T., M.H., selaku Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Banjarmasin, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Tim PPNS bersama Marine sudah melakukan pemeriksaan awal sejak pagi tadi. “Kami akan memanggil kedua belah pihak, baik dari perusahaan pelayaran Dharma Lautan Utama (DLU) maupun Pulau Sriwijaya, beserta nakhoda masing-masing pada pukul 14.00 WITA untuk dimintai keterangan,” ucapnya. BACA JUGA: TERULANG LAGI! Giliran WNA Swiss Terjatuh dari Gunung Rinjani! Netizen: Gunungnya Lagi Butuh Istirahat Ia juga membenarkan bahwa saat kejadian, kapal sudah dalam pendampingan pemandu (pandu) yang berada di atas kapal dan tengah melakukan manuver olah gerak. Terkait video yang beredar soal tali tongkang yang terputus, pihaknya masih akan mendalami apakah insiden tersebut disebabkan oleh tabrakan langsung atau faktor teknis lain. “Kami akan kaji secara menyeluruh berdasarkan kronologi serta keterangan dari kedua pihak. Hasil pemeriksaan nanti akan menentukan siapa yang bertanggung jawab,” tutup Andi. Karena insiden itu, sebagian penumpang yang harusnya menaiki KM Dharma Kartika II menuju Banjarmasin dari Surabaya harus dihentikan akibat tabrakan tersebut. Namun, sebagian penumpang juga tetap melanjutkan perjalanannya dengan menaiki kapal Mila Utama yang kebetulan akan berangkat hari ini juga. (Ramadan) Editor: Yayu