WARTABANJAR.COM, JAKARTA – SEA V League 2025 menghadirkan format pertandingan yang cukup menarik dan menantang bagi seluruh peserta, termasuk Timnas Voli Putra Indonesia. Sistem akumulasi poin dari putaran pertama dan kedua menjadi kunci utama dalam menentukan posisi akhir klasemen turnamen voli terbesar Asia Tenggara ini. Pada putaran kedua yang akan berlangsung di GOR Internasional Velodrome Rawamangun, Jakarta, mulai Rabu (16/7), semua hasil pertandingan akan dijumlahkan dengan poin yang diraih pada putaran pertama. Hal ini berarti setiap kemenangan dan poin yang diperoleh saat ini sangat penting bagi peluang juara Indonesia. Ketua III Bidang Pertandingan PP PBVSI, Reginald Nelwan, menjelaskan, “Sistem ini mengharuskan tim untuk tetap konsisten di kedua leg, karena poin dari putaran pertama tidak akan hilang dan akan dihitung bersama poin leg kedua untuk menentukan peringkat akhir.” Indonesia yang kini berada di posisi runner-up pada putaran pertama memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara, asalkan dapat memaksimalkan performa mereka di putaran kedua dengan dukungan penuh dari suporter di kandang sendiri. Namun, sistem akumulasi poin ini juga menjadi tantangan tersendiri. Tim harus menjaga stamina dan performa sepanjang dua putaran agar tidak kehilangan momentum. Bahkan satu kekalahan besar dapat berpengaruh signifikan pada posisi akhir klasemen. Penerapan sistem ini juga meningkatkan tensi pertandingan di putaran kedua, karena setiap poin sangat berarti dan bisa menentukan nasib tim di akhir turnamen. Dengan format ini, PP PBVSI berharap para pemain bisa tampil maksimal dan strategi pelatih dapat berjalan dengan efektif, sehingga Indonesia dapat mengamankan gelar juara di kandang sendiri. (berbagai sumber/aar)   Editor: Andi Akbar