Mereka mengutarakan kekhawatiran bahwa AS akan juga melakukan hal serupa ke Indonesia, yaitu menjajah, terlebih lagi dengan kesepakatan pajak yang harus disetor ke AS 19% sementara AS ke Indonesia tak memberikan apa pun alias 0%.
“Maaf ya pak AS & isr4_3el tu jelas2 penjajah pak tolong jangan bikin kerja sama apa pun dgn mereka krna ujung2nya negara & rakyat kita yg bakal rugi merekanya yg enak….mrka tu suka bikin2 kerja sama, MoU, kontrak ini itu tapi di baliknya mau nyaplok & menguasai… capek kita dijajah terus pak,” kata ige***.
“menguntungkan dari mana pak? indonesia bayar pajak 19% ke amerika dan mereka dapat full akses sedangkan amerika tidak membayar apa2 untuk indonesia untungnya dari mana? kasih tau saya pak? atau ada keuntungan pribadi? saya curigaan orangnya pak,” ujar ram***.
“Rakyat sendiri dikenai pajak… Negara asing gk kena pajak… Kok bisa???” protes aba***.
“Rakyat aja apa” bayar pajak… Kenapa AS bebas tarih Bapak???..” komentar eka***.
“Rugi kok bangga,” sebut ray***.
“Gak apa lanjut aja pak, kalau rakyat gak sejahtera ntar bapak cari2 rakyat di akhirat,” sebut ren***.
Walau demikian, sebagian warganet juga ada yang mendukung keputusan tersebut. (yayu)
Editor: Yayu











