Nicolo Bulega Tak Gentar Kehilangan Puncak Klasemen: “Musim Masih Panjang”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, LONDON – Nicolo Bulega tetap tenang meski harus rela melepas posisi puncak klasemen Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) 2025 usai balapan di Donington Park, Inggris. Pembalap muda asal Italia itu mengakui keperkasaan Toprak Razgatlioglu di sirkuit tersebut, namun menegaskan bahwa persaingan belum selesai.
Dalam Race 2 yang digelar Minggu (13/7), Bulega finis di posisi kedua di belakang Toprak yang tampil luar biasa dan mencatat hattrick. Hasil itu membuat Bulega tergeser ke posisi dua klasemen sementara dengan 341 poin, selisih 4 angka dari Toprak yang kini mengoleksi 345 poin.
“Kami sudah tahu ini akan jadi akhir pekan yang sulit karena Toprak sangat kuat di sini. Tapi finis kedua tetap hasil yang bagus. Kami mengumpulkan poin dan musim masih panjang,” ujar Bulega dikutip dari laman resmi WSBK.
Mentalitas Juara: Fokus dan Konsisten
Meskipun kehilangan posisi puncak, pembalap tim Aruba.it Ducati ini tetap menunjukkan mentalitas juara. Ia menyadari bahwa kejuaraan bukan hanya soal satu seri, tapi bagaimana menjaga konsistensi sepanjang musim.
“Saya tidak kecewa. Justru ini jadi pengingat bahwa kami harus lebih kuat lagi di seri berikutnya,” tambahnya.
Bulega yang merupakan rookie di kelas utama WSBK musim ini tampil mengejutkan dengan torehan podium rutin, termasuk beberapa kemenangan penting yang sempat membawanya ke posisi teratas sebelum seri Donington.
Siap Revans di Seri Berikutnya
Setelah seri Inggris, WSBK akan berlanjut ke sirkuit yang lebih bersahabat bagi Ducati. Bulega dan tim menyatakan akan memanfaatkan jeda antarseri untuk mengevaluasi data dan meningkatkan performa motor Panigale V4 R.
“Kami percaya diri untuk balapan berikutnya. Donington bukan trek terbaik kami, tapi di tempat lain, kami tahu bisa lebih kompetitif,” ujar kru teknis Ducati.
Dengan sisa musim yang masih panjang, persaingan antara Bulega dan Toprak dipastikan akan semakin panas. Balapan selanjutnya berpotensi menjadi titik balik atau pertarungan balik yang menentukan arah kejuaraan dunia tahun ini. (Berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar