MERESAHKAN! Komponen Lampu Jalan Tenaga Surya Dicuri di Martapura, Jalan Gubernur Sahbirin Noor Kembali Gelap!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Aksi vandalisme dan pencurian komponen PJU (Penerangan Jalan Umum) tenaga surya mengguncang Desa Awang Bangkal Timur, Kabupaten Banjar! Sebuah lampu jalan di Jalan Gubernur Sahbirin Noor ditemukan rusak parah—lampu LED dan baterai solar cell-nya raib dicuri orang tak dikenal!
Kejadian ini pertama kali ditemukan oleh Ketua MPA (Masyarakat Peduli Api) Palawangan, Ahmad Guntur, bersama timnya saat melakukan patroli rutin pada Senin pagi (14/7/2025), tepat di area rawan dekat Jembatan Atakau.
“Kami mendapati tiang PJU sudah dibobol, baterai dan lampunya hilang. Ini sangat merugikan masyarakat,” tegas Ahmad Guntur.
Jalanan Gelap, Warga Resah dan Geram
Pencurian komponen penting ini bikin penerangan jalan lumpuh total, membuat kawasan tersebut kembali gelap gulita di malam hari—potensi rawan kecelakaan hingga kriminalitas pun meningkat.
BACA JUGA:Uang Donasi untuk Agam Rinjani Rp 1,3 M Telah Dikirim dari Brasil, ini Kata Agam
Dishub Kalsel Turun Tangan
Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan menyatakan saat ini masih melakukan verifikasi status aset lampu tersebut, apakah milik daerah atau hasil program bantuan pusat. Langkah koordinasi sedang dilakukan agar proses investigasi dan penggantian segera dilaksanakan.
Netizen: "Tangkap Pelakunya! Sudah Meresahkan dari Dulu!"
Aksi pencurian baterai lampu jalan ternyata bukan pertama kali terjadi. Banyak warganet ikut menyuarakan keresahannya:
“Dilas haja itu baut penyangga tihangnya”
“Tangkap segera pak. Meresahkan banget. Jalan itu pakai lampu aja sudah gelap, gimana kalau nggak ada lampunya”
“Kd ada efek jera. Maling batrai lampu dari zaman jalan Gunting Hyr. Kdd hbar pernah ketangkap”
Warga Minta Patroli Diperketat & Kamera Dipasang
Masyarakat mendesak aparat dan pemerintah daerah agar memasang CCTV, memperkuat pengamanan di jalur rawan, serta menindak tegas pelaku pencurian aset negara.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber)
editor: nur muhammad