WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Puluhan guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Banjarbaru akhirnya angkat suara. Mereka mendatangi Gedung DPRD Banjarbaru, Rabu (9/7/2025), untuk menagih kejelasan pencairan insentif yang belum juga mereka terima.
Dengan membawa harapan dan keresahan, para guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala (K3) TK Banjarbaru ini menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil rakyat, berharap ada solusi konkret atas ketimpangan insentif yang masih terjadi.
119 Guru Belum Tersentuh Insentif
Ketua K3 TK Banjarbaru, Suranti, membeberkan bahwa dari sekitar 400 guru TK dan PAUD, hanya 281 orang yang sudah menerima insentif. Sisanya, sebanyak 119 guru, hingga kini belum tersentuh bantuan.
“Padahal banyak di antara mereka sudah mengabdi bertahun-tahun sebagai guru honorer. Kami sangat kecewa, karena mereka juga layak mendapat perhatian,” ujar Suranti penuh haru.
BACA JUGA:DETIK-DETIK Bocah 14 Tahun di Kutai Kartanegara Diterkam dan Diseret Buaya, Lengah Saat Memancing!
Terganjal Syarat Rombel dan Ijazah
Masalah utama yang kerap dihadapi adalah persyaratan rombongan belajar (rombel) dan kualifikasi pendidikan. Berdasarkan aturan Kemendikbud, satuan pendidikan wajib memiliki minimal lima peserta didik agar bisa memenuhi syarat pencairan insentif.
Namun di lapangan, banyak guru TK menghadapi kenyataan sulit: jumlah siswa yang sedikit dan belum memiliki kelompok bermain formal.







