Banjarmasin Bidik Juara Umum Pesoda Kalsel 2025: Bukti Keterbatasan Tak Menghalangi Prestasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya terhadap olahraga inklusif dengan mengirim 19 atlet bertalenta khusus untuk berlaga di ajang Pekan Special Olympics Daerah (Pesoda) Kalimantan Selatan 2025, yang digelar di Banjarbaru pada 9–12 Juli 2025.
Para atlet dilepas langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, dalam acara yang penuh haru dan semangat di Lobi Balai Kota Banjarmasin, Rabu (9/7/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan rasa bangganya dan memberikan dukungan moral kepada seluruh kontingen.
“Kami sangat antusias dan optimis. Para atlet harus menjaga kesehatan, menjunjung tinggi sportivitas, dan yang paling penting, bahagia dalam bertanding,” ujarnya penuh semangat.
BACA JUGA:Pemkab Barito Kuala Sampaikan Ranperda Perubahan APBD 2025 dan RPJMD 2025–2029: Fokus Infrastruktur dan SDM Unggul
Yamin juga mengapresiasi dedikasi para pelatih, pendamping, serta orang tua yang setia mendampingi perjuangan para atlet.
“Ajang ini adalah tentang keberanian dan semangat. Kepada para pelatih, mohon berikan pengawasan ekstra, dan untuk para orang tua, terima kasih atas doa dan dukungannya,” tambahnya.
Target Juara Umum, Banjarmasin Siap Lebih dari Sekadar Bertanding
Banjarmasin tidak sekadar mengirim kontingen, tetapi juga memasang target ambisius menjadi juara umum, melampaui pencapaian runner-up tahun lalu.
Plt. Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Fitriah, menyampaikan bahwa kontingen Banjarmasin akan turun di lima cabang olahraga:
Atletik (3 atlet)
Bola Basket (7 atlet)
Tenis Meja (2 atlet)
Voli Pasir (5 atlet)
Bulutangkis (2 atlet)
“Dengan semangat dan doa warga Banjarmasin, kami yakin gelar juara umum bisa diraih,” kata Fitriah optimistis.
Pesoda Kalsel: Lebih dari Sekadar Kompetisi
Pesoda adalah ajang olahraga tahunan untuk penyandang disabilitas intelektual dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel. Lebih dari sekadar kompetisi, Pesoda menjadi panggung inklusi, tempat para atlet menginspirasi masyarakat bahwa keterbatasan fisik atau intelektual bukan penghalang untuk berprestasi.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad